Metro

Penghapusan Kelas BPJS di Metro Lampung Belum Jelas, Masih Pakai Aturan Lama

Kabid Penjamin Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Metro M Taufik Sofrizal belum menerima kebijakan resmi terkait penghapusan kelas.

Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan
Ilustrasi - Penghapusan kelas BPJS Kesehatan di Metro Lampung masih belum jelas sehingga tetap memakai aturan lama. 

Tribunlampung.co.id, Metro - BPJS Kesehatan Cabang Kota Metro Provinsi Lampung mengaku belum mendapat kejelasan terkait wacana peleburan kelas rawat inap.

Kabid Penjamin Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Metro M Taufik Sofrizal mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima kebijakan resmi terkait penghapusan kelas untuk rawat inap.

"Dari pusat belum ada informasi. Jadi, sampai saat ini kelas 1, 2, dan 3 dengan iuran Rp 150 ribu, Rp 100 ribu, dan Rp 42 ribu untuk kelas 3 masih tetap berlaku. Kita masih pakai PMK yang terakhir," tukasnya, Kamis (23/6/2022).

Menurutnya, apabila ada perubahan pihaknya pasti akan menerima informasi.

Karena harus mempersiapkan sistem dan teknisnya. Apalagi, di Cabang Metro ada 33 di 6 kabupaten/kota fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Baca juga: DPRD Kota Metro Minta Penyelenggaraan PPDB Online yang Digelar Tahun Ini Tidak Bermasalah

Baca juga: 18 Ternak Positif PMK, DKP3 Metro Lampung Terjunkan 7 Dokter Hewan

"Apalagi kalau Juli ini akan diberlakukan pastinya sudah ada edaran. Ketika sudah ada surat dari pusat kita juga kan harus menginformasikan ke mitra-mitra kerja kami.

Karena perubahan kelas rawat itu kan fundamental dan sangat mendasar," imbuhnya.

Sementara untuk jenis kepesertaan, sampai saat ini masih PBI dan Non PBI dan masih menggunakan iuran dan aturan yang lama.

Dimana untuk peserta PBI dengan penghasilan di atas Rp 4 juta masih tetap dengan kelas 1 dengan batas maksimal Rp 12 juta. 

Terpisah, Direktur RSUD Ahmad Yani Fitri Agustina juga mengaku belum menerima informasi terkait peleburan kelas rawat inap pasien BPJS Kesehatan

"Kita belum ada informasi. Kalau tidak salah itu masih wacana dan baru akan dicoba pada 5 rumah sakit. Tadi saya konfirmasi ke BPJS juga sama, belum terima kebijakan soal itu," tuntasnya.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved