Pesisir Barat

Harga Cabai di Pesisir Barat Lampung Bikin Keuntungan Usaha Kuliner Menipis

Harga cabai di Pesisir Barat, Lampung tembus Rp 120 ribu per Kg, sementara usaha kuliner tidak berani mengurangi takaran cabai di setiap masakan.

Tribunlampung.co.id/Saidal Arif
Usaha rumah makan sebagai satu bisnis kuliner di Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Tingginya harga cabai bikin keuntungan pelaku usaha kuliner kian menipis. 

Tribunlampung.co.id, Pesisir BaratHarga cabai di Pesisir Barat, Provinsi Lampung bertengger di kisaran Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per Kg, membuat pelaku usaha kuliner mengeluh, Minggu (26/6/2022).

Surti (34), satu pemilik  rumah makan di Pasar Pagi Krui,  Pesisir Barat harus rela mengeluarkan modal awal yang lebih besar demi membeli kebutuhan pokok usahanya, seperti cabai.

Menurutnya, itu dilakukan akibat kenaikan harga cabai dan kebutuhan pokok lainnya di Pesisir Barat signifikan.

"Kalau biasanya kita beli cabai sekilo itu cuma Rp 30 ribuan, sekarang cabai naik jadi Rp 110 sampai Rp 120 ribu per kilo, ya sangat membebani kami selaku pedagang," kata Surti.

Surti mengaku, akibat kenaikan harga cabai dan bawang merah, membuat keuntungannya menurun hingga 20 persen setiap harinya.

Baca juga: Harga Cabai di Pesisir Barat Tembus Rp 120 Ribu, Begini Kata Diskoperindag

Baca juga: Warga Sakit Ditandu 16 Km, Desa Way Haru Pesisir Barat Puluhan Tahun Terisolasi

Sebab, dia memilih untuk mengurangi keuntungan dari pada mengurangi takaran cabai pada olahan makanannya.

"Kalau kita pedagang makanan ini pasti sangat berdampak, dari pada mengurangi takaran cabe mendingan kita sedikit mengurangi keuntungan"  ucapnya.

"Serba salah kita kurangi takaran cabe rasanya pasti berubah, kalau rasanya berubah pelanggan bisa pada kabur ketempat lain," sambungnya.

Surti berharap, kondisi cabai mahal di Pesisir Barat tidak berlangsung lama. Sehingga pendapatan usahanya bisa normal kembali.

Terpisah, Depri (44) salah satu pedagang cabai di Pasar Pagi Krui Pesisir Barat mengungkapkan,  tingginya harga cabai itu sudah berlangsung dua pekan terakhir.

Kenaikan itu menurut dia, dipicu karena kondisi cuaca yang kurang menentu.

Kemudian mempengaruhi hasil panen petani, sehingga produksi menurun.

Penurunan produksi itu menyebabkan kelangkaan barang yang beredar dipasaran.

"Barangnya memang langka, makanya harganya juga naik, di Liwa saja sekarang harganya tinggi, apalagi kita di sini (Krui, Pesisir Barat)," ungkapnya.

(Tribunlampung.co.id /Saidal arif)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved