Berita Terkini Artis
Steffanus Balik Tuding Jessica Iskandar Paksa untuk Akui Penipuan, 'Desakan Jedar'
Christoper Steffanus Budianto balik menuding Jessica Iskandar melakukan pemaksaan untuk membuat pernyataan yang isinya mengakui penipuan.
Tribunlampung.co.id, Jakarta - Christoper Steffanus Budianto balik menuding Jessica Iskandar melakukan pemaksaan untuk membuat pernyataan yang isinya mengakui penipuan.
Sebelumnya, Christoper Steffanus Budianto juga membantah jika ia melakukan penipuan terhadap Jessica Iskandar dengan menggelapkan 11 mobil mewah.
Diketahui, Jessica Iskandar mengaku menjadi korban penipuan bisnis penyewaan mobil alias rental mobil.
Dugaan penipuan tersebut menurut Jessica Iskandar, dilakukan seseorang bernama Christoper Stefanus Budianto atau Steven.
Atas kejadian itu, wanita yang akrab disapa Jedar mengaku mengalami kerugian Rp 9,853 miliar atau hampir Rp 10 miliar.
Baca juga: Steffanus Bantah Tipu Jessica Iskandar hingga Rp 9,8 Miliar, Itu Belinya Berdua
Baca juga: 11 Mobil Mewah Jessica Iskandar Raib Tak Tahu di Mana, Ada Alphard hingga Porsche
Melalui kuasa hukumnya, Steffanus menyampaikan bantahan atas tudingan Jedar.
Pihaknya menyebut kerja sama tersebut atas nama perusahaan bukan pribadi.
"Nilai Rp 9,8 miliar itu bersifat akumulatif, bukan (Steffanus langsung) dikasih Rp 9,8 miliar (dari Jessica Iskandar)."
"Artinya dulu dia mau beli S 600."
"Itukan belinya berdua, bareng-bareng untuk mobil second," kata Togar Situmorang, seperti diwartakan Kompas.com.
"Termasuk mobil Hummer yang dititipkan (di Triip.id) itu menang persetujuan Jedar, memang dia mau ada sewa gadang, segala macam. Nah, ini lebih wanprestasi, artinya gagal janji dari klien kami," lanjutnya.
Terkait dugaan penipuan yang dituduhkan oleh Jedar pada Steffanus, Tagor memberikan bantahan.
Baca juga: Hamili Model di Luar Nikah, Suami Zaskia Gotik Dituntut Ganti Rugi Rp 17 M
Baca juga: Uneg-uneg Dewi Perssik Tumpah, Terkuak Alasan Ogah Punya Anak dari Angga Wijaya
"Nah, sementara, yang dinyatakan (Jessica terkait) klien kami mengaku menipu, itu tidak mengaku menipu."
"Itu diminta oleh pihak Jedar sendiri untuk membuat surat pernyataan," ucap Tagor.
Menurutnya, pengakuan tersebut diucapkan kliennya setelah mendapatkan desakan dari Jedar.