PLN UID Lampung

Melalui PLN Peduli, UMKM ini Kembangkan Pakan Ikan Mandiri yang Hemat Biaya sampai 70 %

Tarahan PLN UPK Tarahan terus menunjukkan komitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengembangan masyarakat. Setelah melakukan peresmian Rumah A

ist
Tarahan PLN UPK Tarahan terus menunjukkan komitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengembangan masyarakat. Setelah melakukan peresmian Rumah Apung dan Keramba Jaring Apung (KJA), 

Tribunlampung.co.id, - Tarahan PLN UPK Tarahan terus menunjukkan komitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengembangan masyarakat. Setelah melakukan peresmian Rumah Apung dan Keramba Jaring Apung (KJA), PLN UPK Tarahan kembali menggelontorkan bantuan Program Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Daerah Perlindungan Laut (DPL) Pulau Sebesi. Kali ini PLN UPK Tarahan meresmikan Program Inovasi Pembuatan Pakan Mandiri (IP MAN) untuk kegiatan budidaya ikan di KJA.

Acara Peresmian dan Uji Coba Inovasi Pembuatan Pakan Mandiri (IP MAN) ini dihadiri oleh Manager PLN UPK Tarahan, Perangkat Desa Pulau Sebesi, Ketua BPDPL Pulau Sebesi, PT Indocarbon dan di Ruang Pertemuan Sebesi.
Program budidaya ikan di Keramba Jaring Apung merupakan salah satu program utama dalam Program Pengelolaan Kahati DPL Pulau Sebesi. Hingga saat ini, jumlah lubang yang digunakan untuk budidaya ikan di KJA berjumlah 20 lubang dengan ukuran 2,5 x 2,5 meter. Komoditas ikan yang dibudidaya kurang lebih sejumlah 5.000 ekor mulai dari ikan kakap putih dan bawal bintang.

Keberhasilan budidaya diukur oleh dua faktor yaitu faktor teknis dan non teknis. Hal teknis meliput tingkat kelangsungan hidup ikan dan pertumbuhan ikan, sedangkan untuk hal teknis lebih mengarah dalam usaha budidaya dari sisi biaya operasional kegiatan budidaya.
Manager PLN UPK Tarahan, Yuli Tri Setyono mengatakan PLN UPK Tarahan bersinergi dengan Institut Pertanian Bogor dan Indocarbon Nusantara ini untuk menciptakan inovasi pakan mandiri.

“Tim sudah melakukan uji coba pembuatan pakan mandiri. Sebentar lagi kita akan menguji, apakah ikan-ikan di kerambah itu akan melahap pakannya atau tidak dan nanti juga akan kita uji pengaruh pakan itu dengan pertumbuhan ikannya”, ujarnya.

Ketua Badan Pengelola Daerah Perlindungan Laut Pulau Sebes, Ahyar Abu mengucapkan terima kasih kepada segenap PLN UPK Tarahan yang telah memberikan bantuan kepada desa kami. Mulai dari Rumah Apung dan sekarang mesin pembuat pakan ini. Mudah-mudahan program yang diberikan pada saat ini dapat berjalan dengan lancar dapat membantu perekonomian bagi masyarakat di Pulau Sebesi ini. “tuturnya.

Ahmad Irfanto salah satu perwakilan dari IPB menuturkan pakan merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan budidaya perikanan. Manajemen pakan yang baik akan meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan selain itu juga dapat menghembat biaya produksi sehingga akan meningkatkan profit budidaya.

“Harga pakan yang mahal dan ketersediaannya yang terbatas menjadi kendala pada saat ini sehingga menjadi penting untuk mengedukasi para petani budidaya memikirkan alternatif pakan lain untuk kegiatan budidaya ikan di Keramba Jaring Apung (KJA). Oleh karena itu Inovasi Pakan Mandiri (IP MAN) ini bertujuan untuk mengedukasi petani budidaya agar mandiri dalam hal penyediaan pakan dengan membuat formulasi pakan spesifik dan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar sehingga dapat menghembat biaya operasional dan meningkat tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan budidaya" ungkapnya.

Dengan adanya inovasi ini biaya pakan dapat di hemat dari harga awal pakan Rp. 30.000/kg menjadi Rp. 10.000/kg. Selain itu pakan yang telah di formulasi khusus dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan budidaya.

( Tribunlampung.co.id / Rilis )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved