Berita Lampung

Simak Tips Cara Cepat Bedakan Uang Palsu dan Asli dari Bank Indonesia

Terkait cara melihatnya, masyarakat bisa melihat dengan saksama wujud dari uang. Dimana ada beberapa tanda yang membuktikan bahwa uang asli atau palsu

Tayang:
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Indra Simanjuntak
Dok Polsek Tanjungkarang Barat
Ilustrasi Uang palsu. Bank Indonesia minta masyarakat lebih waspada akan peredaran uang palsu di Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bank Indonesia mengimbau masyarakat lebih waspada akan maraknya kasus uang palsu yang diterima sejumlah pedagang kecil di Lampung.

Bank Indonesia sebagai otoritas tertinggi penggunaan uang menekankan masyarakat lebih jeli dan teliti saat menerima alat pembayaran agar terhindar dari uang palsu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung Budiyono mengatakan, beberapa cara bisa dipakai masyarakat untuk membedakan uang asli dan uang palsu

"Dalam hal ini, Bank Indonesia memberikan edukasi 3D sebagai cara yang tepat membedakan mana uang yang asli dan palsu,"

"Edukasi tersebut adalah dilihat, diraba dan di terawang," kata Budiyono kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (18/8/2022).

Baca juga: LBH Bandar Lampung Dorong Bank Indonesia dan Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu

Baca juga: Kapolres Lampung Barat Minta Jajarannya Berantas Judi Online dan Konvensional Sampai ke Akar

Terkait cara melihatnya, masyarakat bisa melihat dengan saksama wujud dari uang tersebut. 

Dimana ada beberapa tanda yang membuktikan bahwa uang tersebut adalah asli.

"Uang yang asli jika dilihat warnanya cerah, tidak luntur dan tidak patah-patah," bebernya.

Bagian kiri uang terdapat colour Shifting di bagian bawah.

Dicetak dengan tinta pigmen khusus di lmana bisa berubah warna jika dilihat dari sudut yang berbeda.

Lalu terdapat benang pengaman yang bisa berubah menyesuaikan dengan sudut pandang yang diambil saat melihatnya.

"Kalau yang palsu saat dilihat warna cenderung pucat, cenderung luntur, cat patah-patah dan tidak secerah uang asli," ungkap Budiyono.

Baca juga: Simak Cara Ikuti Undian Nonton FIFA World Cup Qatar 2022 Matahari Department Store

Baca juga: Heboh Gus Samsudin dan Pesulap Merah Akrab Saat Pawai Kemerdekaan di Mesuji, Ternyata eh Ternyata

Tinta pembuat juga tidak menghasilkan warna yang berbeda jika uang dilihat dari sisi yang berbeda.

Benang pengamanan berwarna tetap meskipun coba dilihat dari sisi yang berbeda.

Selain dilihat, cara membedakan uang asli dan uang yang palsu adalah diraba. 

Dalam hal ini, ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan dan bisa menjadi perbandingan.

"Saat diraba, maka uang asli akan terasa berbeda. Kertas uang terasa lebih tebal dan tidak mudah lecek," ujarnya.

Lambang negara tercetak lebih kasar dan tekstur uang terlihat lebih timbul dari permukaan kertas.

Terakhir, masyarakat bisa menerawang uang untuk membuktikan keasliannya.

Saat di terawang, uang asli akan menunjukkan adanya tanda mata air (watermark) dan rectoverso.

Namun saat kondisinya menuntut serba cepat dalam melihat uang itu palsu atau tidaknya, cara termudah dengan melihat benang pengaman pada uang rupiah.

"Cirinya itu tadi, benang pengaman yang dianyam dan Colour Shifting yang berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang tertentu yang terletak pada bagian bawah kiri uang kertas," kata dia.

Terkait data temuan uang palsu yang didapat dari hasil pengaduan masyarakat, sejauh ini pihaknya menerima 1.813 pengaduan.

"Itu akumulasi angka dari Januari sampai Juli 2022.,"

"Angka tertinggi pada Mei 2022 dimana masuk 494 laporan masyarakat," jelas Budiyono.

LBH dorong ungkap uang palsu

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung mengimbau Bank Indonesia dan Polisi terus lakukan sosialisasi waspada uang palsu.

Direktur LBH Bandar Lampung Jarwadi Sumaindra mengatakan, edukasi mengenai uang palsu harus terus dilakukan Bank Indonesia dan Polisi agar masyarakat paham.

LBH Bandar Lampung juga mendorong Polisi untuk menyelesaikan kasus maraknya peredaran uang palsu saat ini.

Terlebih, pelaku peredaran uang palsu menyasar kepada pedagang kecil.

"LBH mendorong polisi untuk cepat menuntaskan peredaranuang palsu ini," kata Jarwadi, Kamis (18/08/2022).

Apalagi, terusnya, peredaran uang palsu bisa merugikan orang banyak.

"Jadi yang pasti peredaran uang palsu ini harus diusut tuntas siapa yang memproduksi," bebernya.

Pihaknya meminta Bank Indonesia melakukan mitigasi dan sosialisasi terhadap masyarakat.

"Bongkar peredaran uang palsu, karena ada produksinya dan masyarakat jangan sampai dirugikan," kata Jarwadi.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan, beberapa kejadian uang palsu beredar di Bandar Lampung.

Polisi sudah melakukan penyelidikan dan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Pihaknya juga telah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku.

(Tribunlampungco.id/ Sulis Setia Markhamah)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved