Berita Lampung
Lampu Pecah dan Warga Lari Keluar Rumah, Gempa Bumi 6,5 Magnitudo Guncang Bengkulu dan Lampung Barat
BMKG menyampaikan bahwa gempa bumi berpusat di laut dengan kedalaman 12 km itu tidak berpotensi tsunami.
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Selain itu mereka juga berharap tidak ada kerugian yang didapat masyarakat-masyarakat lainnya yang terdampak.
“Semoga engga ada gempa susulan deh,” kata Risky.
“Semoga juga engga ada korban dan enggka ada kerugian materil dari gempa barusan,” tutupnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat Mirza Sahri mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.
"Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi," ungkapnya.
Menurut Mirza hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat terhadap dampak yang terjadi akibat gempa tersebut.
Mirza juga mengatakan gempa ini cukup kuat dirasakan di seluruh Wilayah Pesisir Barat.
" Gempa ini cukup kuat bahkan terasa sampai Tanggamus dan Martapura," katanya.
Baca juga: Luna Maya dan Ayu Ting Ting Bersama Lagi setelah 6 Tahun Tak Akur Gegara Bisnis
Baca juga: Kesal Banyak Dukung Pesulap Merah, Firdaus Oiwobo Maaf Ya kok Tokoh Ikut-Ikut Bicara
Gempa juga dirasakan mulai dari Martapura, Panimbang, Kecamatan Ngaras, Bandar Lampung, Muara Dua, Semaka, Pematang Sawah, Bayah, Malingping, Ujung Kulon, Kecamatan Pesisir Tengah, Kerinci, dan Padang.
"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," imbau BMKG.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini terkait gempa di Kaur Bengkulu.
BPBD Lampung Barat juga memberikan tips dan upaya penyelamatan jika terjadinya gempa susulan.
“Mengimbau untuk masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan observasi mandiri pada lingkungan sekitar,” kata Kepala BPBD Lampung Barat Padang Priyo Utomo.
“Terutama di titik rawan dan titik aman dengan panduan rambu/petunjuk jalur evakuasi yang sudah terpasang,” lanjutnya.
“Untuk daerah yang belum memiliki rambu/tanda jalur evakuasi bisa melakukan observasi dengan menggunakan jalan sekitar yang menuju pada titik kumpul wilayah aman contohnya lapangan terbuka,” tambahnya.