Berita Lampung

Pengalaman Warga Bandar Lampung Coba Uang Baru Pecahan Rp 50.000 di Pom Bensin Sempat Dikira Palsu

Siswanto uji coba uang baru pecahan Rp 50.000 di SPBU Pagar Alam, operator pom bensin enggan menerima karena takut uang palsu. 

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
(YouTube Bank Indonesia)
Ilustrasi uang baru. Pengalaman warga Bandar Lampung gunakan uang baru untuk beli BBM di SPBU dan sempat ditolak khawatir palsu. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sejak dikeluarkannya uang baru oleh Bank Indonesia (BI) pada 18 Agustus 2022 ada kejadian yang membuat viral dengan uang pecahan Rp 50.000.

Kejadian viral ada pengguna akun Tik Tok dengan akun @sis_130417gmail.com yang mengunggah kalau uang baru pecahan Rp 50.000 tidak diterima oleh operator SPBU 24.351.140 di Jalan Pagar Alam, Bandar Lampung.

Siswa pemilik akun @sis_130417gmail.com mengaku kejadian uang baru ditolak tersebut terjadi pada Sabtu 20 Agustus 2022 sekitar pukul 13.45 WIB SPBU 24.351.140 di Jalan Pagar Alam, Bandar Lampung.

 Dalam unggahan dari akun Siswanto tersebut telah ditonton sebanyak 7.700 yang disukai, dengan 3.613 komentar, video yang disimpan 1.916 akun dan dibagikan 1.803 akun.

"Tolong rekan-rekan semua, ini bila perlu didengarkan oleh pemerintah atau Bank Indonesia khususnya, saya membeli minyak memakai uang baru ini tidak berlaku di Pertamina," tulis keterangan dalam video yang diunggah akun Tik Tok Siswanto @sis_130417gmail.com yang berdurasi 43 detik tersebut.

Baca juga: Kebakaran di Lampung Selatan Terjadi ketika Ibu Menanam Cabai, sedangkan Adik Tidur

Baca juga: Capai Rangking I Dosis Booster, Polres Way Kanan, Lampung tetap Gencarkan Vaksinasi Covid-19

"Pertamina saya membeli minyak di daerah Jalan Pagar Alam atau disamping asrama, uang ini dinyatakan tidak berlaku untuk membeli minyak, padahal uang ini baru," katanya.

"Sekali lagi saya mohon kepada Bank Indonesia apakah berlaku uang ini atau tidak berlaku uang ini. Karena membeli minyak di pom bensin tidak diterima," tambah Siswanto.

Tribun Lampung pun mengkonfirmasi dengan menelpon Siswanto tersebut dan menjelaskan bahwa dirinya dapat uang pecahan Rp 50.000 tersebut dari acara Lampung Begawi di lapangan Enggal, Bandar Lampung beberapa hari yang lalu.  

"Saya dapat uang pecahan Rp 50.000 antre di lapangan Enggal dan jadi saya itu ke pom bensin beli minyak itu untuk uji coba," kata Siswanto 

Pada saat itu memang kebetulan minyak di motor Beat Hitam BE2336AFP yang dipakainya habis tetapi ditolak oleh operator tersebut.

"Saya tanya kenapa uang saya untuk membeli minyak ditolak, uang ini uang baru dan dijawab oleh operator itu tidak terima dulu katanya yang punya saya itu," kata Siswanto 

Dirinya menjawab ini sudah sah, dan dirinya mau menemui manager untuk ditujukan tapi acuh tak acuh.

Baca juga: Breaking News Kebakaran di Lampung Selatan Hanguskan Satu Rumah Warga Kalianda

Baca juga: Ketua DPW Partai Nasdem Lampung, Herman HN Lantik DPC dan DPRT se-Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung

Uang baru diresmikan kemarin dan kenapa tidak laku.

"Karena di pom bensin tak boleh pakai hp, maka  saya sempat emosi kenapa uang ini tidak laku," kata Siswanto 

Pada saat itu sudah diisikan pertalite tersebut dengan menggunakan uang pecahan Rp 50.000 lainnya uang yang lainnya.

Belum Tahu Uang Baru karena Belum Sosialisasi

Operator SPBU 24.351.140 Maliyah Fulka Sari (22) mengatakan bahwa kemarin itu saat kejadian pada 20 Agustus 2022 sekitar jam 13.00 WIB ada yang datang isi bensin kepadanya.

Pengemudi ojol tersebut mengisi dengan uang baru dan dirinya mengatakan kalau bisa pakai uang yang lama saja.

"Bapak ojol itu mengisi pertalite sebesar Rp 20.000 karena menggunakan motor. Dan akhirnya membayar dengan uang lainnya," kata Maliyah

Setelah itu ojol tersebut emosi kepadanya.

"Dari pada saya salah dan takut uang itu palsu. Dan saya memang tidak tahu uang baru tersebut sehingga tidak menerima uang baru tersebut," kata Maliyah 

"Saya benar-benar tidak tahu kalau ada yang baru, mending tanya ke Pengawas ke Pak Irul dan saya bukan menolak dan antisipasi," kata Maliyah 

Ojol itu membeli pertalite Rp 20.000 dengan nada yang tinggi.

Karena antrian panjang saat hujan deras dan kejadiannya itu pada Sabtu sekitar pukul 13.00 WIB.

Perwakilan supervisor SPBU di Jalan Pagar Alam 24.351.140 Nur'aini mengatakan bahwa benar ada kejadian yang dialami oleh operator atau karyawannya.

"Sudah transaksi ojol dengan operator ini dan memang pada saat itu pihaknya melayani yang pengendara yang lainnya," kata Aini

Pada saat itu mau ditukar oleh pengguna mobil lainnya Rahmad tapi yang bersangkutan tidak mau.

 "Jadi tidak dikasih sama Pak Rahmat itu dan saya tidak tahu apa modusnya," kata Aini.

Memang pada saat itu juga operator bercerita kepadanya tidak tahu uang baru tersebut.

Karena memang baru rilis juga yang baru tersebut.

"Saya juga kaget dengan ojol itu kenapa tidak mau ditukar oleh Pak Rahmat," kata Aini.

Kalau saat ini memang belum ada uang baru yang masuk kepadanya dari pelanggan.

Apabila nanti ada yang pakai uang baru tersebut maka akan diterima uang tersebut.

Nantinya akan disosialisasikan kepada operator terkait baru tersebut.

 "Jadi operator kami tidak ada niatan untuk menolak uang tersebut," kata Aini.

Kalau operator dapat uang palsu tersebut akan menombok.

Ke depannya akan disosialisasikan kepada operator dan sah sebagai pembayaran.

Pihaknya akan menghubungi ojol tersebut.

"Nanti saya minta maaf mewakili operator dan saya mau tanya motif tersebut," kata Aini.

 (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved