Berita Lampung
Harga BBM Naik, Ongkos Bus AKAP Pesisir Barat Lampung-Jakarta Jadi Rp 300 Ribu
Jasa transportasi AKAP dari Krui, Pesisir Barat menuju Jakarta melakukan penyesuaian tarif imbas harga BBM naik.
"Sekarang ini orang kalau mau berpergian harus mikir-mikir dulu, kalau nggak penting banget jarang masyarakat mau berpergian. Hal itu karena harga hasil tani kita semua turun," ungkapnya.
Liswan, berharap pemerintah dapat mengkaji ulang keputusan menaikan harga BBM.
Dia juga mengeluhkan keputusan pemerintah yang membatasi pembelian solar per hari bagi pelaku usaha transportasi umum sepertinya.
Untuk itu, ia berharap pemerintah tegas dalam menentukan siapa saja yang berhak menggunakan BBM bersubsidi.
" Saya khawatir setelah BBM naik, biasanya ada kenaikan-kenaikan lainnya yang menyusul, hal itu akan membuat kehidupan rakyat semakin sulit," ujarnya.
Hamdan (59), pengelola PT. Meidina Karya Urama (MKU) juga mengeluh jumlah penumpang yang berkurang.
Menurutnya saat ini masyarakat membatasi bepergian lantaran keadaan ekonomi sulit.
"Sangat jauh berkurang, nggak pernah penuh lagi penumpang kita, biasanya 80 penumpang sekarang paling cuma 30,20 penumpang," ungkapnya.
Hamdan mengaku PT.MKU belum memutuskan untuk menaikan tarif ongkos.
Saat ini pihaknya sedang menunggu keputusan Organda tentang penyesuaian tarif bus Krui-Jakarta.
" Kita sedang menunggu penyesuaian dari Organda di Jakarta, kita ikut aturan pusat," jelasnya.
" Untuk tarif Krui-Jakarta Rp 250 ribu, Krui-Bandar Lampung masih tetap Rp 120 ribu, tarif kita masih normal," katanya.
Hamdan berharap Organda dapat secepatnya memutuskan penyesuaian tarif Bus tersebut.
Sebab jika tidak melakukan penyesuaian tarif pihaknya pasti akan mengalami kerugian.
(Tribunlampung.co.id / Saidal Arif)