Berita Lampung

Perajin Anyaman Pekon Kubu Perahu, Lampung Barat Keluhkan Blank Spot Hambat Penjualan Lewat Medsos

Pengrajin anyaman di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat keluhkan tidak ada sinyal internet maka sulit pasarkan produk anyamannya.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Bobby Saputra
Mamak Fendi pengrajin anyaman di Pekon Kubu Perahu, Balik Bukit, Lampung Barat yang keluhkan tidak ada sinyal internet di daerah tempatnya tinggal, menghambat pemasaran produknya. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Pengrajin anyaman di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat Mamak Fendi mengeluhkan daerahnya belum ada sinyal internet (blank spot), Jumat (9/9/2022).

Akibat masih belum ada sinyal internet di Pekon Kubu Berahu, Balik Bukit Lampung Barat tersebut, Mamak Fendi kesulitan memasarkan produk kerajinannya berupa anyaman lewat media sosial.

Keluhan Mamak Fendi atas kondisi di Pekon Kubu Perahu, Balik Bukit Lampung Barat yang masih jadi titik blank spot dan tidak bisa media sosial tersebut disampaikan ke Tribunlampung.co.id saat wawancara di kediamannya.

Mamak Fendi pun langsung mengaku saat ini ia masih kesulitan untuk memperluas pemasaran produk kerajinannya melalui media sosial.

Sebab tidak bisa dipungkiri, media sosial sekarang merupakan sarana yang harus disentuh untuk mempermudah pemasarkan segala produk.

Baca juga:  Rehabilitasi dan Pembangunan Sekolah, Disdik Bandar Lampung Alokasikan Rp 23 Miliar

Baca juga: Polisi Merekonstruksi Pembunuhan Pelajar di Pesawaran, Warga Emosi Lihat Tersangka

Dan kondisi kurang pemasaran itulah yang jadi kendalanya selama ini. 

“Selama ini saya cuma kurang di pemasaran produk aja,” kata Mamak Fendi.

“Karena untuk memperluas pemasaran, medsos merupakan sarana yang paling utama di zaman ini,” lanjutnya.

“Tidak bisa dipungkiri kan, sekarang kita apa-apa itu pasti harus lewat medsos,” tambahnya.

Mamak Fendi mengungkapkan di sekitar lokasi tempat ia tinggal memang sudah ada tower yang berdiri.

Diketahui tower tersebut merupakan tower BTS (Base Transceiver Station) yaitu tower yang berfungsi untuk menangkap dan menerima sinyal komunikasi.

Namun Mamak Fendi mengakui bahwa tower yang sudah terpasang oleh pihak Pemkab Lampung Barat tersebut sampai saat ini belum berfungsi.

Baca juga: Dinas Sosial: BPNT Juni-Juli 2022 Lampung Barat Disalurkan Bertahap

Baca juga: Rusak Parah Sejak 2020, Jalan di Pekon Hanakau Lampung Barat Tak Kunjung Diperbaiki

“Kemarin itu sudah dipasang tower katanya untuk menangkap sinyal,” kata Mamak.

“Tapi sampai sekarang belum juga berfungsi itu towernya,” lanjutnya.

“Saya di sini sekeluarga masih kesulitan untuk mendapatkan sinyal,” pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved