Drakor Terbaru

9 Drama Korea Terbaru yang Kontroversial, Twenty Five Twenty One Dituduh Tak Pantas

Berikut deretan drama Korea terbaru yang dituding kontroversial oleh publik Korsel, termasuk drakor Twenty Five Twenty One (2022).

Penulis: Fenty Novianti | Editor: Kiki Novilia
Instagram @snowdrop_drama/tvN
Ilustrasi poster drakor. Simak drama Korea terbaru yang dituding kontroversial, termasuk drakor Twenty Five Twenty One (2022). 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Simak deretan drama Korea terbaru yang dituding kontroversial oleh publik Korsel, termasuk drakor Twenty Five Twenty One (2022).

Sebuah drama Korea terbaru dianggap kontroversial biasanya lantaran tak sesuai sejarah maupun norma, seperti Twenty Five Twenty One. 

Contohnya, drama Korea terbaru Twenty Five Twenty One yang dibintangi Kim Tae Ri dianggap kontroversial karena menjalin asmara dengan anak di bawah umur. 

Dilansir dari Koreaboo, berikut 9 drakor yang sempat kontroversial di antaranya :

1. Twenty Five Twenty One (2022)

Baca juga: 11 Drakor tentang Hukum, Ada Drama Korea Terbaru The Law Cafe Dibintangi Lee Se Young

Baca juga: 8 Drakor Terbaru MBC 2022, Ada Drama Korea Terbaru Big Mouth

Twenty Five Twenty One adalah K-Drama 2022 yang sangat populer. 

Namun, drakor tersebut dituduh mengidealkan dan membenarkan romansa antara orang dewasa dan anak di bawah umur.

Kedua karakter memiliki perbedaan usia empat tahun, yang tidak akan menjadi masalah jika karakter bertemu sebagai orang dewasa.

Karakter Kim Tae Ri masih di bawah umur ketika karakter Nam Joo Hyuk mengakui perasaannya padanya.

Dramanya menceritakan kisah cinta antara Na Hee-Do (Kim Tae-Ri) dan Back Yi-Jin (Nam Joo-Hyuk).

Na Hee-Do adalah anggota tim anggar nasional, sementara Back Yi Jin merupakan reporter. 

2. Joseon Exorcist (2021)

Serial televisi sejarah-supranatural ini menghadapi begitu banyak kontroversi sehingga dibatalkan setelah tayang dua episode.

Bintang acara termasuk Jang Dong Yoon dan Lee Yu Bi, dan Direktur Produksi Shin Kyung Soo meminta maaf.

Joseon Exorcist mendapat kecaman karena mendistorsi sejarah, khususnya peristiwa dan catatan sejarah yang berkaitan dengan sejarah bersama Korea dan China.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved