Berita Lampung

Terlalu Banyak Merek Kopi Khas Lampung Bikin Wisatawan Kebingungan

Brand atau merek dari kopi bubuk hasil olahan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Lampung diklaim sudah terlalu banyak.

Dok Tribun Lampung
Salah satu pedagang kopi bubuk di TPS Pasar Smep, Bandar Lampung. 

Adapun disebutkan poin-poin yang akan dinilai mencakup cita rasa, pengemasan hingga sertifikasi pendukung lainnya.

"Seperti kehalalan, BPOM itu akan dicek lalu juga izin dan keterangan produk dan unit UMKMnya," lanjut dia 

Ia mengatakan, pihaknya hanya bakal memilih sepuluh merek kopi bubuk dalam proses itu.

"Nanti pemerintah provinsi bakal sepuluh produk untuk nanti dibantu pemasarannya ke lingkungan yang lebih luas, hingga sekup nasional," sebutnya.

Untuk selanjutnya, Elvira mengatakan pemerintah berharap agar konsep persaingan dagang antar UMKM yang selama ini terjadi, dengan adanya kurasi akan berganti menjadi kolaborasi dagang.

"Harapan kita jangan banyak brand, tetapi lebih kepada kolaborasi antar UMKM. Sehingga peningkatan ekonomi akan optimal dan persaingan akan lebih minim," tutup dia.

(Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved