Berita Lampung

Penjualan Mobkas di Lampung Anjlok hingga 60 Persen Akibat Harga BBM Naik

Penjualan mobil bekas (mobkas) alias mobil seken di Lampung anjlok sejak dua bulan belakangan pasca harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Sulis Setia Markhamah
Penjualan mobkas di bazar Bursa Otomotif Lampung. Penjualan Mobkas di Lampung anjlok hingga 60 persen akibat harga BBM naik. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Penjualan mobil seken alias mobil bekas (mobkas) di Lampung anjlok sejak dua bulan belakangan pasca harga bahan bakar minyak (BBM) naik.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Mobil Lampung (APML) Johan Firmansyah, penurunan penjualan mobkas bahkan sampai tembus angka 40-60 persen sejak September lalu.

"Dampak kebijakan pemerintah menaikkan harga Pertalite dan juga belum jelasnya regulasi penggunaan BBM subsidi untuk cc tertentu membuat pembeli ragu," ungkap Johan saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Senin (10/10/2022).

"Ada penurunan daya beli 40 persen sampai 60 persen, saya rasa karena dua faktor itu tadi," sambungnya.

Misal dalam sebulan bisa menjual 10 unit, kini hanya bisa menjual 5 atau 6 unit.

"Ada juga yang biasa sebulan 7 unit kini hanya 3 unit yang mampu terjual," papar dia.

Menurutnya jika kebijakan yang dibuat pemerintah tidak tuntas pasti berpengaruh. 

"Kalau kebijakan itu tidak tuntas pasti ada pengaruh terhadap pasar," jelas dia.

Di sisi lain, Johan mengungkapkan belum terlihat ada tren costumer yang mengincar mobil cc rendah daripada cc di atas 1.500.

"Belum terlihat disitu karena mungkin orang masih ragu itu tadi. Dia pengen mobil yang ini tapi nanti takutnya harus pakainya Pertamax, mau beli yang itu tapi gak sesuai seleranya," papar Johan.

Sehingga yang terlihat costumer banyak menunggu.

"Mereka menunggu dampak dari BBM ini usaha atau penghasilannya terganggu gak untuk kemudian membeli mobil yang diminati," kata dia.

Dia berharap, atas kondisi ini pemerintah ada solusi yang diberikan.

"Secara tidak langsung kami terbebani dengan kebijakan pemerintah, kami berharap pemerintah membeli solusi agar beban itu bisa kita jalani," ujarnya.

"Dampak akibat Covid-19 saja sudah berat, apalagi ditambah karena kenaikan BBM," sambungnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved