Berita Chelsea

Pemain Chelsea Kai Harvertz Sering Alami Susah Tidur hingga Melakukan Satu Hal

Sosok pemain Chelsea Kai Harvertz sering dilanda susah tidur hingga melakukan satu hal untuk membuat dirinya bisa melepaskan pikiran.

Tayang:
Tribunnews.com/Lindsey Parnaby/AFP
Pemain Chelsea Kai Havertz sering alami susah tidur hingga melakukan satu hal untuk melepaskan pikirannya. Satu hal yang jadi kegemarannya itu ialah bermain game. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Sosok pemain Chelsea Kai Havertz mengakui dirinya sering dilanda susah tidur.

Kondisi susah tidur yang dialami pemain Chelsea Kai Havertz ketika dirinya sedang alami kegelisahan.

Apa lagi setelah Kai Havertz melalui pertandingan yang buruk. Meskipun begitu pemain Chelsea satu ini mempunyai cara sendiri untuk menghilangkan kegundahannya.

Satu hal yang dillakukan Kai Havertz ketika sulit tidur adalah bermain game buat melepaskan pikirannya.

Kai Havertz punya hobi bermain game untuk meredakan stres. 

Terkait kegemarannya bermain game, pemain Chelsea Kai Havertz pernah mengklarifikasi lewat wawancara di website resmi Chelsea, chelseafc.com. 

Baca juga: Pemain Chelsea Aubameyang Beri Klarifikasi Terkait Video Viralnya Mengecam Pelatih Mikel Arteta

Baca juga: Transfer Pemain Chelsea, NGolo Kante dan Jorginho Diincar Barcelona

Di sana terungkap jika pemain Chelsea Kai Havertz menyukai game di Playstation 2.

"Gaming adalah sesuatu yang saya lakukan pada hari libur dan setelah pertandingan ketika saya tidak bisa tidur," katanya.

Melalui game konsol tersebut Kai Havertz  dapat terhubung dengan saudaranya untuk memainkan game FIFA.

"Saya mulai sangat muda, bermain dengan saudara saya di Playstation 2. Kami bermain FIFA 2005 dan 2006," imbuhnya.

"FIFA 2005 adalah tahun di mana Anda bisa mulai membuat karakter Anda sendiri. Adikku dan aku membangun diri kami sendiri dan kemudian kami bermain melawan satu sama lain dan itu seperti perang!"

Havertz pun tampak antusias dalam permainan tersebut.

Ia akui sangat kompetitif saat bertanding game bersama dengan saudaranya itu. 

"Ketika saya kalah saya marah, jadi selalu sangat kompetitif meskipun dia tujuh tahun lebih tua dari saya," katanya. 

"Saya tidak bermain sendiri sekarang, saya suka bermain dengan teman-teman saya dan berbicara dengan mereka di headset. Itu yang paling saya suka dari game sekarang, merupakan cara yang baik untuk tetap berhubungan dengan teman-teman saya di Jerman sejak saya pindah ke sini,"ucap dia.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved