Advertorial
Himapik Unila Ajari Warga Pulau Pahawang Budidaya Ikan Air Tawar dengan Aquaponik
Gerpalir oleh Himapik Universitas Lampung ini berlangsung selama dua hari yakni 1-2 Oktober lalu.
Tribunlampung.co.id, Pesawaran- Himpunan Mahasiswa Perikanan dan Kelautan (Himapik) Universitas Lampung, menggelar kegiatan Gerakan Perubahan Wilayah Pesisir (Gerpalir) di Dusun IV Kalangan, Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan Gerpalir yang dicanangkan oleh Himapik Universitas Lampung ini mengusung tema 'Mengoptimalkan Peran Mahasiswa Sebagai Penggerak dalam Proses Pengembangan Sumber Daya Manusia di Wilayah Pesisir'.
Gerpalir oleh Himapik Universitas Lampung ini berlangsung selama dua hari yakni 1-2 Oktober lalu.
Adapun serangkaian acara Gerpalir dari Universitas Lampung ini diantaranya, Himapik sehat, perbaikan taman baca, Himapik mengajar, pembuatan dodol bersama warga, budidaya ikan air tawar dengan aquaponik, aksi tanam mangrove, dan Himapik mengaji.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan target, masyarakat dan anak-anak pesisir di daerah tersebut dapat lebih maju baik dalam segi ekonomi dan pendidikan.
Maulid Wahid Yusuf, S.Pi., M.Si, pembina kegiatan Gerpalir sekaligus Dosen Perikanan dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, berharap semua rangkaian kegiatan Gerakan Perubahan Wilayah Pesisir yang di usung Himapik bisa bermanfaat bagi orang banyak.
"Yang terpenting harapan kami setelah kegiatan ini, Dusun Kalangan bisa lebih terkenal lagi dibanding sekarang," ungkap Maulid Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunlampung.co.id, Selasa (18/10/2022).
Pasalnya, kata Maulid Wahid, karena di desa tersebut terdapat banyak hal yang bisa dikembangkan salah satunya dibagian mangrovenya.
"Hanya saja butuh waktu untuk mempromosikan hal ini," ungkap Maulid Wahid.
Dia juga berharap, kegiatan tersebut akan mengedukasi masyarakat dan menerapkan Aquaponik.
Aquaponik adalah budidaya ikan dengan menggabungkan tanaman, yang sistemnya fases ikan akan digunakan untuk pupuk tanaman dengan menggunakan bakteri.
"Disini kita menggunakan ikan nila Salim yang bisa hidup di antara ikan air tawar dan ikan air laut. Ikan nantinya mengeluarkan feses, lalu feses diolah oleh bakteri lain dari kolam," papar Maulid Wahid.
Lebih jauh dia menuturkan, air kolam selanjutnya naikkan ke atas, air tersebut akan dialirkan ke tanaman yang sudah ditanam disini.
Adapun tanaman yang digunakan yaitu benih kangkung. Ini karena benih kangkung lebih tahan lama dan tidak butuh banyak perlakuan atau perawatan.
"Aquaponik ini tidak perlu 24 jam menggunakan listrik, hanya pada pagi, siang dan sore saja, listrik pun dinyalakan sekitar 5 menit setiap waktu tersebut," terang Maulid Wahid Yusuf.