Lampung Bangkit

Hantoni Hasan Ajak Pemimpin Daerah Berpikir Legacy untuk Generasi Mendatang

Hal ini disebut Hantoni Hasan akibat adanya salah kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah di Lampung.

Istimewa
Hantoni Hasan saat bersilaturahmi ke Rumah Siber Lampung-Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung, Kamis (27/10/2022). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Bakal Calon (Balon) Gubernur Lampung, Hantoni Hasan menyebut program pemerintah daerah belum sesuai dengan kebutuhan masyarakat asli yang berdomisili di Lampung.

Hal ini disebut Hantoni Hasan belum pasnya kebijakan yang diterapkan pemerintah daerah di Lampung.

Menurutnya, masyarakat Lampung menjadi tertinggal karena pemerintah daerah belum menerapkan kebijakan yang tidak menyasar langsung ke masyarakat.

"Penduduk asli Lampung ketinggalan akibat dampak salah kebijakan dalam pembangunan, ini fokus yang akan dibenahi kedepan kelak saya diberi amanah oleh rakyat Lampung,” terang Hantoni Hasan saat bersilaturahmi ke Rumah Siber Lampung-Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung, Kamis (27/10/2022).

Diskusi dihadiri ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan, Ketua Dewan Pakar Herman Batin Mangku, Sekretaris Bukhori Muzamil, Bendahara H. Barusman, Wakil Ketua Jauhari, Ketua JMSI Lampung Peduli H. Syahronie Yusuf. 

Hadir juga Sekretaris JMSI Tulangbawang Barat Suwardi Joyo.

Hantoni berharap kiprahnya sebagai anggota legislatif selama tiga periode, masyarakat Bandar Lampung dan Provinsi Lampung tahu akan kiprah dirinya dalam menentukan kebijakan.

Pengusung tagline Lampung Bangkit ini menyebut jika pemimpin daerah di Lampung sejauh ini hanya mengejar status dan tidak berfikir tentang legacy.

Legacy dalam konteks ini berupa nilai-nilai kehidupan yang dapat menjadi suri teladan bagi orang yang ditinggalkan kelak ketika tidak lagi memimpin.

Lebih tegas Hantoni menyebut jika arah pembangunan yang dilakukan pemimpin daerah di Lampung saat ini menjadi bias atau tidak jelas.

“Masalahnya, pemimpin daerah hari ini mengejar status saja. Tidak berfikir tentang legacy. Apa yang akan dia tinggalkan kelak setelah menjabat," terang Hantoni Hasan.

"Nggak berfikir kebijakan yang ditinggalkan, akhirnya arah pembangunan nggak jelas. Makanya pemimpin itu harus punya visi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Lebih jauh, politisi PKS ini, mengutarakan jika fenomena yang terjadi saat ini merupakan fenomena model kepemimpinan yang salah kaprah. 

Sebab, menurut dia, pada saat seseorang memimpin sedianya dia menjadi pemimpin rakyat, bukan lagi petugas partai.

“Tenaganya sudah menjadi milik negara sebagai negarawan. Bukan lagi petugas partai. Insya’allah, kelak saya menjadi gubernur menjadi gubernur masyarakat Lampung,” ungkap mantan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung fraksi PKS itu.

Hantoni menegaskan jika dirinya saat ini ingin banyak menyerap aspirasi dari banyak pihak menyusul niatnya untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Lampung pada Pemilu 2024 mendatang.

“Lampung dari sisi apapun sangat luar biasa. Dan anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada masyarakat Lampung,” tandas Hantoni Hasan. (*)

(Tribunlampung.co.id)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved