Berita Terkini Artis

Kabar Duka, Ayah Tantri Kotak Meninggal Dunia

Ayah Tantri Kotak meninggal dunia, Sabtu, (29/10/2022) pukul 05:39 WIB. Ayah Tantri Kotak, sempat menderita stroke.

Editor: taryono
instagram
tantri kotak. Ayah Tantri Kotak meninggal dunia, Sabtu, (29/10/2022) pukul 05:39 WIB. Ayah Tantri Kotak, sempat menderita stroke. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Vokalis grup band Kotak, Tantri sedang berduka.

Pasalnya, Ayah Tantri Kotak yang bernama H Dally Syambas meninggal dunia, Sabtu, (29/10/2022) pukul 05:39 WIB.

Sebelum meningga, Ayah Tantri Kotak, sempat menderita stroke.

Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh Tantri Kotak melalui akun Instagram pribadinya @tartrisyalindri.

H. Dally Syambas meninggal pada hari ini Sabtu, (29/10/2022) pukul 05:39 WIB.

Baca juga: Marshanda Bersyukur Dirinya dan Ben Kasyafani Tak Saling Menjelekkan meski Telah Cerai

Baca juga: Gisel Akhirnya Ungkap Hubungan Sebenarnya dengan Rino Soedarjo

Ayah Tantri Kotak menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Primaya.

"Inna Lillahi wa inna ilaihi Rajiun.

Allahumghfirlaah warhamha wa'afiha wafuanha.

Telah meninggal dunia Ayah, Kakek, tersayang kami H. Dally Syambas bin Syambas Hanafi pada hari Sabtu tanggal 29 Oktober jam 5.39 wib di RS Primaya," tulis Tantri Kotak.

Tantri Kotak meminta warganet untuk membukakan pintu maaf bagi sang ayah.

"Mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya untuk beliau, Al-fatihah," tutup Tantri Kotak.

Rasa kehilangan sang ayah tak dirasakan sendiri oleh Tantri Kotak.

Kesedihan turut dirasakan oleh suami Tantri Kotak, Arda Naff.

Melalui akun Instagram pribadinya @ardanaff, Arda Naff membagikan potret Tantri Kotak memeluk jenzah sang ayah.

Baca juga: Leslar Entertainment Dikabarkan Bubar, Karyawan Kompak Ucap Pamit

Baca juga: Ayah Indah Permatasari Temui Cucunya, Sang Ibu Masih Belum Mau

Dalam postingan tersebut, Arda Naff menuliskan keterangan foto yang sama dengan Tantri Kota.

Membuka Rumah Kos

Vokalis grup musik Kotak, yakni Tantri Syalindri Ichlasari atau yang lebih dikenal dengan Tantri, mulai melirik investasi lain yakni membuka rumah kos.

Tantri memilih kota Pelajar, Yogyakarta, sebagai kota untuk rumah kos pertamanya dengan nama Kost Bobok Manis.

Kos tersebut terdiri dari delapan kamar yang mengusung desain industrial dengan fasilitas lengkap seperti perabotan kamar, kamar mandi dengan shower, water-heater, wastafel, kulkas mini, lemari serta dapur umum.

Menurut Tantri, memiliki investasi kos memang impiannya sejak lama.

Hal tersebut terinspirasi dari pengalamannya di mana pernah mengalami keterbatasan pilihan dalam mencari kos murah di Jakarta.

Saksikan berita Youtube video Tantri Kotak selengkapnya di bawah ini.

Ditambah lagi, keadaan ekonomi yang masih tidak menentu membuat Tantri harus banyak memutar otak mencari penghasilan tambahan.

Sebagai alternatifnya, investasi kos ini menjadi penghasilan tambahan baginya.

Percayakan pengelolaan kosan kepada property management service 

Sebagai pemula dalam berinvestasi kos, Tantri mempercayakan pengelolaan kosnya kepada Singgahsini, property management service yang khusus bergerak di bidang kos-kosan dan masih satu grup dengan Mamikos.

“Alhamdulilah investasi kos saya lancar, dan saat ini terisi tujuh dari delapan kamar yang tersedia setelah satu bulan bergabung,” ungkap Tantri dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3).

Tantangan dalam mengelola kosan

Tantri mengatakan, banyak yang beranggapan bahwa rumah kos milik artis selalu laris manis dan diminati oleh para penyewa, namun di tengah kondisi pandemi tetap terasa penuh tantangan dalam mengelolanya.

“Sebenarnya kesuksesan dalam mengelola dan mengembangkan kos tidak hanya mengandalkan popularitas,” ujarnya.

Sebagai pemula dalam berinvestasi kos, Tantri menyadari memerlukan bantuan terutama dalam hal pemasaran serta operasionalnya.

“Lewat layanan Singgahsini dari Mamikos, saya tidak perlu khawatir lagi mengenai operasional kos, seperti salah satunya penagihan pembayaran sewa rutin bulanan dari penyewa,” sebut Tantri.

Berinvestasi kos diakui oleh Tantri bukanlah perkara mudah.

Dibutuhkan perencanaan yang matang agar tidak merugi.

Tarif yang dikenakan kepada penyewa tentunya berkaca dari biaya pembangunan yang telah dilakukan, pemeliharaan bangunan serta menyesuaikan harga di pasaran.

Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kos juga menguntungkan bagi pemilik kos seperti menggunakan jasa Mamikos.

Co-Founder dan CEO Mamikos Maria Regina Anggit mengatakan, bersama-sama dengan mitra dan Singgahsini, Mamikos menyadari bahwa kebutuhan kos tetap masih dibutuhkan pada masa pandemi ini.

“Kami akan terus mengutamakan kualitas pelayanan Singgahsini baik dari sisi mitra yang terdampak dan peningkatan kenyamanan para tenant kami yang tetap membutuhkan kos di saat pandemi,” ujar Maria.

Maria menyebutkan, saat ini Singgahsini tumbuh dua kali lipat walaupun di tengah pandemi dengan total lebih dari 200 properti dikelola dan juga melayani lebih dari 5,000 tenant dalam pandemi ini.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved