Tragedi Halloween di Itaewon Korea

Perayaan Halloween di Itaewon Korea Selatan Berujung Maut, 149 Meninggal Dunia

Perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan pada Sabtu malam berujung maut. Dikonfirmasi 149 orang meninggal dunia.

Editor: Kiki Novilia
AFP/JUNG YEON-JE
Perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan makan korban ratusan orang meninggal dunia. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan pada Sabtu malam berujung maut. 

Dikonfirmasi oleh Badan Pemadam Kebakaran Nasional, sebanyak 149 orang meninggal dunia dalam perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan

Sementara 150 orang lainnya terluka setelah mereka berdesakan dalam kerumunan besar Halloween di Itaewon, Korea Selatan

Pemerintah metropolitan Seoul juga telah menerima laporan 270 orang hilang, menurut Yonhap yang ditayangkan pada pukul 8:55 pagi hari Minggu.

Choi Seong-beom selaku pejabat senior di pemadam kebakaran Seoul mengatakan, sebagian besar yang meninggal adalah remaja atau berusia 20-an. 

Menurut media lokal, lonjakan massa terjadi di mana sebanyak 100.000 orang telah menyumbat jalan-jalan sempit di distrik Itaewon pada Sabtu malam (29/10/2022) untuk perayaan Halloween.

Baca juga: Verrell Bramasta Pamer Kemesraan Bareng Febby Rastanty, Unggahannya Banjir Doa

Baca juga: Jessica Iskandar Sebut Sang Suami Curiga Investasi Persewaan Mobilnya

Dikutip dari New York Times, masalah mulai di gang sempit, tepat di luar pintu keluar 2 stasiun kereta bawah tanah Itaewon, dekat deretan bar yang antara lain Oasis Bar & Cafe, Gathering dan Ravo.

Seorang yang menyaksikan kejadian itu mengatakan dia melihat mayat, lemas, di jalan.

“Saya berharap saya tidak melihatnya, tetapi saya melihatnya. Itu memilukan," ujarnya dilansir dari Kompas.com, Minggu (30/10/2022). 

Foto-foto menunjukkan warga, petugas polisi dan pekerja medis darurat melakukan resusitasi jantung paru pada orang-orang tergeletak di trotoar.

Dari korban tewas, setidaknya 101 dipindahkan ke rumah sakit terdekat, sementara 45 dibawa ke gimnasium serbaguna, kata Choi Seong-beom, kepala pemadam kebakaran Yongsan Seoul.

Penyebab insiden itu sendiri sampai saat ini masih dalam penyelidikan.

Kim Geun-jin, seorang komandan divisi untuk polisi Seoul, mengatakan bahwa sedikit yang dapat dilaporkan tentang penyebab insiden pada pukul 4 pagi pada hari Minggu.

Ini karena bagi mereka mengidentifikasi para korban merupakan prioritas utama saat ini.

Baca juga: Terungkap Atta Halilintar Pernah Ngamar Selain dengan Aurel Hermansyah

Baca juga: Anak-anak Sule Restui Kehadiran Memes Prameswari

"Tim forensik kami fokus untuk mengidentifikasi korban dan mengumpulkan bukti dari lokasi," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved