Berita Lampung

BTN KCP Way Halim Realisasikan Kredit Perumahan Senilai Rp 130 M Sepanjang 2022

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Kantor Cabang Pembantu Way Halim, Bandar Lampung membukukan nilai kredit perumahan senilai Rp 130 miliar.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Sulis Setia Markhamah
Salah satu wadah promosi perumahan lewat REI Expo Lampung 2022 yang digelar di Lampung City Mall  hingga 7 November mendatang. BTN KCP Way Halim realisasikan kredit perumahan senilai Rp 130 miliar sepanjang 2022. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Kantor Cabang Pembantu Way Halim, Bandar Lampung membukukan nilai kredit perumahan mencapai Rp 130 miliar.

"Itu realisasi kredit subsidi maupun non-subsidi sepanjang Januari- Oktober 2022, nilainya mencapai Rp 130 miliar," kata Kepala Kantor Cabang Pembantu BTN Way Halim Indah Mulyasari kepada Tribunlampung.co.id, Senin (31/10/2022) sore.

Nilai Rp 130 miliar tersebut untuk realisasi rumah sebanyak 749 unit.

Tiap bulannya, terus dia, realisasi akad kredit setidaknya mencapai 50 sampai 80 unit.

Pembeli perumahan bukan hanya fix income, namun juga dari non fix income seperti pegawai kontrak dengan syarat tertentu.

Lewat aturan tersebut kini pegawai kontrak yang sudah memiliki orientasi ke depan untuk memiliki rumah, sudah bisa dicover BTN.

"Di BTN syarat untuk non fix income minimum sudah bekerja dua tahun dan bisa melakukan pengajuan KPR," jelasnya.

Untuk meminimalisasi atau mengantisipasi putus kontrak, pihaknya mengadakan perjanjian kerjasama (PKS) dengan instansi dimana karyawan atau pegawai tersebut bekerja.

"Apabila gajiannya lewat Bank BTN, jadi langsung dipotong untuk angsuran bulanannya," beber dia.

Gambaran secara umum, terusnya, akad jual beli rumah melalui BTN KCP Way Halim didominasi subsidi mencapai 70 persen.

Harga jual rumahnya Rp 150 jutaan.

"Sisanya baru komersil, untuk harga jual rumah komersil kisaran 170 jutaan sampai Rp 500 juta bahkan Rp 900 juta. Tergantung nilai jual rumahnya," sambungnya.

Terkait pandemi Covid-19, diakuinya sempat berdampak pada akad kredit yang berkurang.

"Karena banyak yang kena PHK, kita juga belum bisa mengcover akad kredit pegawai kontrak untuk saat itu," papar Indah.

Terus Kejar Target Realisasi 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved