Berita Lampung
Akses Jalan di Batanghari Lampung Timur Terputus Akibat Banjir, Warga Gunakan Perahu
Akses jalan antar desa yang terputus akibat banjir berada di Desa Rejo Agung menuju Desa Buana Sakti, Batanghari, Lampung Timur.
Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Lebih sepekan terendam banjir, akses jalan antar desa di Batanghari, Lampung Timur terputus.
Adapun akses jalan antar desa yang terputus akibat banjir berada di Desa Rejo Agung menuju Desa Buana Sakti, Batanghari, Lampung Timur.
Akibatnya. warga menggunakan perahu karet BPBD Kabupaten Lampung Timur untuk menyebrang dari arah desa Buana Sakti menuju Desa Rejo Agung.
Pantauan Tribunlampung.co,id di Batanghari, Lampung Timur, air hingga saat ini masih tinggi sekitar 1 meter atau selutur orang dewasa.
"Kalau ini sudah satu minggu lebih banjir," kata Nur, warga setempat yang menyebrang menggunakan perahu viber BPBD Lampung TImur, Kamis (3/11/2022).
Menurutnya, banjir menghambat aktivitas warga Desa Buana Sakti dan Desa Rejo Agung.
Baca juga: Ayah Bunuh Anak Kandung dan Bantai Istri di Depok, Kesal Mau Dicerai Nyabu sampai Pagi
Baca juga: Melaney Ricardo Syok dengar Pengakuan Kiki Amalia selama 10 Tahun
"Ya susah jadinya karena banjir, harus diangkut begini motornya," jelasnya.
Sementara Camat Batanghari Mira Hayati menjelaskan, banjir terjadi sejak kamis pekan lalu.
"Kami memantau banjir dari mulai air naik, itu pada kamis lalu," ungkapnya.
Lantaran debit air naik, pihaknya melakukan koordinasi dengan BPBD Lampung Timur agar menyiapkan perahu membantu penyebrangan warga.
Pada Sabtu (29/10/2022), pihaknya memutuskan untuk menghentikan aktivitas penyebrangan.
"Pagi hari itu sekitar pukul 06.00 WIB, saya meminta dihentikan semua aktivitas penyeberangan," ucapnya.
Lantaran debut air semakin tinggi.
"Karena air sudah luar biasa tinggi, khawatir membahayakan personil bpbd dan warga," ujarnya.
Setelah itu, pihaknya mengajukan peminjaman perahu BPBD.
"Hari itu juga, saya mengajukan permohonan peminjaman perahu BPBD agar tetap standby, bahkan tenda Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga didirikan," jelasnya.
Sehingga bila air surut, perahu bisa dipakai warga menyeberang.
(Tribunlampung.co.id / Yogi Wahyudi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/perahu-BPBD-Kabupaten-Lampung-Timur.jpg)