Berita Lampung

Buat Laporan Penipuan Beras, Warga Bandar Lampung Merasa Dipermainkan Instansi Negara

Berawal dari laporan kasus penipuan beras kepada pihak kepolisian Syaiful (61), warga Bandar Lampung, merasa dirinya dipermainkan.

Penulis: Dickey Ariftia Abdi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Dickey Ariftia Abdi
Syaiful yang datang ke kantor Tribun Lampung sambil membawa surat dari dua instansi yang diduga palsu. Buat laporan penipuan beras, Warga Bandar Lampung merasa dipermainkan instansi negara. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bermula dari laporan kasus penipuan beras kepada pihak kepolisian Syaiful (61), warga Bandar Lampung, merasa dirinya dipermainkan oknum kepolisian dan oknum pengadilan, Rabu (23/11/22). 

Kejadian penipuan yang menimpa Syaiful yakni pada tahun 2008 dan pelaku penipuan tersebut merupakan tetangganya sendiri. 

Pada tahun tersebut Syaiful menjelaskan, dirinya mengalami penipuan terkait masalah beras dengan tetangganya.

Pelaku mengatakan ada yang ingin mengambil beras dan pelaku juga memberikan namanya kepada Syaiful pada waktu itu.

"Katanya di kampung warga itu ada yang ingin ngambil beras namanya si ini dan istri saya juga tau," katanya.

Ternyata beras tersebut kembali dijual oleh pelaku.

Baca juga: Bus Dalam Kota Bandar Lampung Bakal Hadir Besok dengan Rarif Rp 5 Ribu

Baca juga: Polres Lampung Timur Amankan 4 Tersangka Kasus Mafia Tanah Kwarda, Ada Mantan Kades

Syaiful mengaku dirinya sempat tidak percaya pelaku melakukan hal tersebut.

"saya sempat gak percaya kalau beras itu dijual cash sama dia," terangnya.

Dalam kasus ini dirinya mengalami kerugian hingga puluhan juta.

Kemudian, dirinya langsung membuat laporan terkait kasus penipuan beras ke pihak kepolisian yaitu ke Polsek Telukbetung Selatan.

Namun dirinya merasa dipermainkan oleh pihak kepolisian saat membuat laporan.

"Mentang-mentang saya tidak tau hukum saya dipermainkan, polisi itu bilang tidak bisa karena ini perdata ini itu," terang Syaiful, di kantor Tribun Lampung, Rabu.

Selanjutnya, Syaiful mendatangi Polda Lampung untuk membuat laporan yang sama. 

Saat itu pihak Polda Lampung meminta kepada Syaiful untuk mengatakan kepada pihak penyidik agar dicarikan pidananya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved