Kesehatan
Kenali Penyebab dan Cara Atasi Bau Badan
Secara umum, aroma bau badan ini biasanya tergolong normal dan tidak mengganggu orang di sekitarnya. Namun ada juga orang dengan bau badan luar biasa.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Semua orang memiliki bau badan, khususnya yang berasal dari ketiak.
Secara umum, aroma bau badan ini biasanya tergolong normal dan tidak mengganggu orang di sekitarnya.
Namun ada juga orang dengan bau badan luar biasa sehingga membuat sekitarnya terganggu.
Dikutip dari lifestyle.kompas.com, faktor penyebab bau badan yang pertama adalah kelenjar kulit apokrin yang merupakan kelenjar penghasil aroma menjadi aktif selama masa pubertas dan sangat sensitif terhadap fluktuasi hormonal.
Kelenjar apokrin di ketiak bisa menjadi sumber bau, demikian pula sekitar selangkangan.
Kedua adalah kelenjar ekrin yang ada di seluruh tubuh namun terkonsentrasi di ketiak sehingga menghasilkan cairan.
Ketika kita berkeringat, bakteri dan mikroorganisme lain menjadi lembab sehingga memunculkan aroma tak sedap.
Seorang dokter kulit di The Ohio State University Wexner Medical Center Susan Massick mengatakan, seseorang bisa memiliki bau badan yang berlebihan mungkin karena dipengaruhi oleh pola makan.
Dijelaskannya, saat tubuh memecah makanan, senyawa kimia mencapai kelenjar apokrin yang kemudian disekresikan sebagai bau badan.
Hal ini membuat makanan yang kita konsumsi bisa berdampak pada aroma tubuh khususnya yang rasanya tajam.
Makanan itu contohnya makanan yang mengandung belerang seperti daging merah, bawang merah, bawang putih, brokoli, kubis, dan kembang kol.
Rempah-rempah termasuk kari, jinten, fenugreek, bawang putih, dan ketumbar.
Kemudian alkohol termasuk bir dan anggur.
Akan tetapi, dokter kulit di Rumah Sakit Misi Providence Brian Toy, MD berpendapat mengubah pola makan saja tidak akan menghilangkan bau badan seketika.
Selain itu bau badan berlebihan juga bisa disebabkan keringat berlebihan.
Kondisi yang menyebabkan keringat berlebihan disebut hiperhidrosis.
Hiperhidrosis memiliki banyak penyebab, yang diantaranya adalah kecemasan, kanker dan penyakit lainnya, stroke, masalah tiroid, dan menopause.
Hiperhidrosis juga akan mendorong pertumbuhan bakteri, kelenjar apokrin lebih aktif, sehingga bau badan lebih meningkat.
Penyebab bau badan berikutnya adalah pubertas.
Ketika memasuki masa pubertas, kelenjar apokrin lebih aktif, yang menyebabkan peningkatan aroma tubuh.
Selanjutnya, perubahan hormon juga dapat mempengaruhi bau badan baik yang disebabkan oleh siklus menstruasi, kehamilan, atau menopause.
Selama kehamilan, orang lebih cenderung berkeringat, tetapi kelenjar apokrin mereka kurang aktif, yang dapat mengubah aroma tubuh secara keseluruhan.
Gunakan Antiprespirant untuk Kurangi Bau Badan
Dokter kulit di Rumah Sakit Misi Providence Brian Toy, MD menegaskan jika cara mengurangi bau badan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan tubuh.
Seperti dengan mandi setiap hari.
Saat mandi bersihkan ketiak dengan sabun antibakteri untuk membantu meminimalkan bakteri pada kulit yang bereaksi dengan keringat sebagai pemicunya.
Lalu gunakan antiperspirant yang dapat menghentikan keringat.
Antiprespirant berbeda dengan deodoran yang hanya menutupi aromanya.
Oleskan antiperspirant di malam hari, agar menyerap saat kita tidur.
Cukur rambut ketiak, karena rambut ketiak dapat menjebak keringat dan bakteri sehingga dapat meningkatkan bau badan.
Terakhir, kenakan pakaian yang membuat kita tetap sejuk akan mengurangi keringat, yang seharusnya mengurangi bau badan.
Jika merasa makanan tertentu memicu bau badan, kita dianjurkan untuk mengurangi atau berhenti mengkonsumsinya.
Jika berbagai cara itu sudah dicoba namun tetap memiliki bau badan, Toy merekomendasikan untuk mencoba sabun antimikroba dengan 4 persen benzoil peroksida di ketiak, karena bisa menghilangkan bakteri dan jamur, dan mengurangi aroma.
(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kenali-Penyebab-dan-Cara-Atasi-Bau-Badan.jpg)