Berita Terkini Nasional

Siswi SMA yang Jasadnya Ditemukan Dalam Sumur sempat Pamit, Minta Dicium Ibu

Sebelum alami pembunuhan, Selasa (13/12/2022), siswi SMA di Sumatera Utara tersebut sempat berpamitan berangkat sekolah kepada ibunya, Nurhaida Tamba.

Kolase TribunMedan
Nurhaida Tamba, ibu dari Lidya Sitinjak mengungkap saat terakhir siswi SMA yang jadi korban pembunuhan di Sumatera Utara. Jasad korban ditemukan di dalam sumur. 

Tribunlampung.co.id - Ibu siswi SMA yang jasadnya ditemukan di dalam sumur di Sumatera Utara sempat mengenang saat terakhir putrinya sebelum meninggal akibat pembunuhan.

Sebelumnya, Selasa (13/12/2022), siswi SMA di Sumatera Utara tersebut sempat berpamitan berangkat sekolah kepada ibunya, Nurhaida Tamba. Ibu korban tidak menyangka bila itu saat terakhir bertemu anaknya sebelum alami pembunuhan.

Korban pembunuhan adalah Lidya Patmos Sitinjak (17), siswi SMA ini menjadi korban pembunuhan teman prianya, Rizky Lewa alias Riza (25). Peristiwa itu membuat geger warga Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara.

Sebelum ditemukan meninggal, Lidya Sitinjak sempat berpamitan berangkat sekolah dan meminta untuk dicium oleh ibunya.

Saat ditemukan, kondisi siswi SMA tersebut masih mengenakan seragam sekolah dan lehernya dalam keadaan terikat dasi di dalam sebuah sumur di ladang jagung wilayah Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (15/12/2022).

Nurhaida Tamba, ibu Kandung Lidya Sitinjak mengatakan, anak gadisnya tersebut terakhir kali sebelum ditemukan tewas sempat berpamitan tidak seperti biasanya.

Baca juga: Pembunuh Siswi SMA yang Jasadnya Ditemukan di Dalam Sumur Ngaku Sakit Hati

Baca juga: Hilang 3 Hari, Siswi SMA Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur dengan Luka Lebam

"Terakhir dia hari Selasa itu lah keluar rumah, saat itu pamitan mau berangkat sekolah dia diantar bapaknya, " ucap Nurhaida Tamba, Jumat (16/12/2022).

"Tapi saat pamitan itu dia sempat minta dicium, cuman karena tangan ku kotor. Jadi kubilang udah berangkat lah kotor tangan ku. Tapi dia maksa minta dicium, hingga akhirnya berangkatlah dia diantar bapaknya tampa ku cium," imbuhnya.

Dia juga menuturkan, tidak ada firasat buruk timbul di hatinya sebelum kematian anaknya tersebut.

"Ga ada firasat buruk soal kematian anakku ini, karena biasa ajanya tingkah lakunya kulihat," kata Nurhaida.

Diketahui, Lidya Sitinjak merupakan boru sasada atau anak perempuan satu satunya di dalam keluarga tersebut.

"Dia anak perempuan ku satu satunya, dialah anak pertama kami dari tiga bersaudara orang ini, adiknya dua cowok," Bebernya.

Nurhaida Tamba berharap, pelaku dapat dihukum seberat beratnya atas perbuatan yang sudah dilakukan terhadap anaknya tersebut.

"Pelaku harus ditangkap dan dihukum seberat beratnya dengan apa yang sudah dilakukannya terhadap anak ku, " Harapnya.

Motif Sakit Hati

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved