Berita Lampung

BMKG Lampung Imbau ASDP Waspada Gelombang Tinggi di Selat Sunda

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung menyebut periode Desember-Januari merupakan musim penghujan.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: muhammadazhim
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Foto udara Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni. BMKG Lampung mengimbau PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang bisa terjadi di selat sunda sebagai dampak dari musim penghujan. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung menyebut periode Desember-Januari merupakan musim penghujan.

Dimana, dalam periode musim penghujan tersebut biasa terjadi hujan lebat hingga gelombang tinggi.

Maka dari itu, BMKG Lampung mengimbau PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang bisa terjadi di selat sunda.

BMKG Lampung juga meminta pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni maupun pengguna jasa untuk selalu mengecek informasi cuaca di BMKG.

Kepala BMKG Lampung Kukuh Ribudiyanto menyebut gelombang tinggi yang terjadi di perairan selat sunda kategori menengah.

Baca juga: Kondisi Terkini di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Sepi Antrean Kendaraan

Baca juga: Tinjau Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Menhub Minta PT ASDP Waspadai Gelombang Tinggi

"Biasa kita menyebutnya arus. Biasanya arus ini yang sangat berpengaruh sekali di Merak," kata Kukuh, Minggu (25/12/2022).

Kukuh mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh bulan.

Di mana, periode ini jarak terdekat bulan dengan bumi.

Sehingga, menimbulkan knot atau gelombang pasang yang tinggi.

"Hempasan ke pantainya juga lebih tinggi. Tapi trendnya akan menurun dari 1.50.knot menjadi 0.75-1.25 knot," katanya.

Kukuh menyebut hal tersebut biasa terjadi saat musim penghujan.

Lanjut Kukuh, di wilayah lain seperti Lampung Barat, Lampung sudah terjadi musim penghujan sejak bulan November.

Sementara, di wilayah lain seperti di Lampung Selatan, Lampung terjadi di bulan Desember-Januari.

"Termasuk yang terjadi di penyeberangan ini puncaknya musim penghujan terjadi di Desember-Januari," katanya.

Kukuh mengatakan, saat musim penghujan fenomena-fenomena gelombang tinggi, hujan lebat memang sering terjadi.

Kukuh menambahkan bahwa yang namanya cuaca itu fluktuatif dan dinamis.

"Bisa saja hari ini tinggi, dua hari berikutnya rendah, besoknya bisa tinggi lagi," kata Kukuh.

Karena itu, pihaknya mengimbau pada operator penyeberangan untuk selalu mengupdate informasi cuaca melalui website BMKG ataupun di aplikasi BMKG.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved