Berita Terkini Artis
Alasan Hakim Bebaskan Nikita Mirzani, Korban Dito Mahendra Tidak Hadir 4 Kali Sidang
Dito Mahendra terus menerus tak bisa hadir di persidangan meskipun JPU sudah memanggilnya sebanyak empat kali.
Tribunlampung.co.id, Banten - Artis Nikita Mirzani menerima vonis bebas dari hakim Pengadilan Negeri Serang karena Dito Mahendra sebagai saksi korban pernah hadir saat panggilan sidang.
Dito Mahendra merupakan pelapor yang menjadi korban dan melaporkan Nikita Mirzani dalam perkara pencemaran nama baik.
Namun Dito Mahendra tidak pernah hadir di sidang untuk dimintai keterangan sebagai saksi korban dengan terdakwa Nikita Mirzani.
Akhirnya Nikita Mirzani diputukan majelis hakim bebas terhadap laporan dari Dito Mahendra.
Mejelis hakim memutuskan itu dalam sidang lanjutan perkara pencemaran nama baik yang dilaporkan Dito Mahendra terhadap Nikita Mirzani di Pengadilan Negeri Serang, Kamis (29/12/2022).
Nikita Mirzani divonis bebas oleh majelis hakim lantaran pelapor Dito Mahendra tak kunjung hadir di sidang.
Baca juga: Ketidakhadiran Dito Mahendra Bikin Nikita Mirzani Divonis Bebas Hakim
Baca juga: Nikita Mirzani Divonis Bebas Kasus Pencemaran Nama Baik Dito Mahendra
Padahal menurut Ketua Majelis Hakim, Dedy Ady Saputra, berdasarkan pasal 27 tentang UU ITE, merupakan delik aduan.
Sehingga keterangan saksi korban sangat penting untuk didengarkan di persidangan sebagai alat bukti.
"Dalam penjelasan Pasal 159 KUHAP, menjadi saksi adalah satu di antara kewajiban setiap orang dan mengatur saksi sebagai alat bukti," kata Dedy dilansir Kompas.com, Kamis (29/12/2022).
Lebih lanjut, Dedy menyebut, merujuk pada pasal 160 KUHP yang menyebutkan bahwa yang pertama didengar adalah saksi korban, yakni Dito Mahendra.
Namun nyatanya Dito Mahendra terus menerus tak bisa hadir di persidangan meskipun JPU sudah memanggilnya sebanyak empat kali.
"Untuk membuktikan dakwaannya, JPU telah memanggil saksi Dito Mahendra."
"Namun, persidangan penuntut umum beberapa kali tidak dapat menghadirkan."
"Berdasarkan KUHAP, Dito Mahendra telah dipanggil sah," terang Dedy.
Diketahui hakim sudah melakukan penetapan pada 19 Desember 2022 untuk memerintahkan JPU menghadirkan saksi korban, yakni Dito Mahendra.