Berita Lampung
Temuan TBC di Lampung Selatan Tahun 2022 Meningkat 689 Kasus
Maka total jumlah TBC di Lampung Selatan pada 2022 jadi 2.084 kasus, naik 689 kasus dari tahun 2021 sekitar 1.395 kasus.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Dinas Kesehatan Lampung Selatan menyatakan penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di Lampung Selatan pada 2022 meningkat dibanding 2021.
Dari data Dinas Kesehatan Lampung Selatan jumlah TBC tahun 2022 meningkat 689 kasus dari 2021.
Maka total jumlah TBC di Lampung Selatan pada 2022 jadi 2.084 kasus, naik 689 kasus dari tahun 2021 sekitar 1.395 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan Basuki Didik Setiawan mengatakan Kabupaten Lampung Selatan lampaui target penemuan kasus Tuberkulosis (TB) 2022.
"Kabupaten Lampung Selatan lampaui target Tuberkulosis (TB) 2022 yang dicanangkan sekitar 14 ribu," kata Didik, Minggu (8/1/2023).
"Pada 2023 target terduga penyakit TB di Lampung Selatan akan dinaikkan menjadi 18 ribu. Kita optimis akan melampaui target lagi, sepeti 2022," sambungnya.
Baca juga: Dinas Kesehatan Lampung Selatan Raih Juara III Nasional Penemuan Kasus TBC
Baca juga: Pasien TBC Terkonfirmasi di Lampung Selatan Capai 1.021 Kasus, Melonjak dari Tahun Sebelumnya
Lanjut Didik, pihaknya berkomitmen mengeliminasi penyakit Tuberkulosis.
Dengan dukungan semua lapisan, baik organisasi Inisiatif Lampung Sehat (ILS), Koalisi Organisasi Profesi Indonesia Tuberkulosis Lampung Selatan, rumah sakit swasta dan klinik, serta RSUD Bob Bazar Kalianda dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit TB.
Pihaknya optimisi pada 2023 mendatang mampu melampaui target Tuberkulosis sekitar 18 ribu.
Menurut Didik, untuk menemukan orang yang menderita penyakit TB cukup sulit.
Untuk itu, Didik mengatakan perlu peran semua masyarakat yang peduli dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit TB yang merupakan penyakit menular.
Lanjut, Didik mejelaskan, jika ada orang yang menderita TB tidak diobati, akan menular ke orang lain.
Sebab, kata Didik, penyakit TB merupakan penyakit menular secara langsung.
Jadi, peran semua pihak sangat dibutuhkan.
Lanjut, kata Didik, pada Januari 2022 angka penyakit TBC di Lampung Selatan sekitar 313 kasus, naik 204 kasus dari tahun sebelumnya pada 2021 sekitar 109 kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Basuki-Didik-Setiawan-33.jpg)