Berita Lampung
Webinar Orang Berkulit Putih Berisiko Alami Rosacea
dr Rahmilasari, Sp.DV dari d'Real Clinic mengatakan, salah satu permasalahan kulit wajah itu adalah rosacea.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: muhammadazhim
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sampai saat ini ada banyak permasalahan di kulit wajah yang bisa menyerang pria maupun wanita.
dr Rahmilasari, Sp.DV dari d'Real Clinic mengatakan, salah satu permasalahan kulit wajah itu adalah rosacea.
"Rosacea sering muncul di kulit wajah orang yang berkulit putih," kata dr Rahmilasari yang juga anggota Perdoski Cabang Bandar Lampung itu dalam Bincang Kecantikan Tribun Lampung, Senin (30/1/2023).
Namun kemunculan rosacea tidak di seluruh wajah.
Rosacea hanya muncul di area central atau pusat wajah, yakni kening, hidung, dagu, dan pipi di dekat hidung.
Baca juga: Webinar Domesteak Hadirkan Menu Enak Bertekstur Lembut dan Harga Terjangkau
Baca juga: Webinar Klub Selam Anemon FMIPA Unila Rutin Selam Ilmiah Cegah Kerusakan Laut
Menurut dr Rahmilasari menjelaskan, rosacea adalah peradangan pada kulit wajah yang sifatnya kronis dan sering kambuh.
Penyebab rosacea sampai sekarang belum diketahui secara pasti.
Namun diperkirakan penyebab rosacea karena adanya gangguan regulasi imunitas tubuh.
Gangguan tersebut dapat meningkatkan pelepasan zat-zat yang menimbulkan peradangan dan membuat kelenjar sebasea menjadi lebih aktif.
Sementara itu faktor pencetus rosacea adalah makanan pedas, alkohol, sinar UV, stres, dan perubahan cuaca.
Ciri-ciri rosacea adalah kemerahan yang merata, nyeri seperti terbakar, perih, dan ada pelebaran pembuluh darah (telangiektasis).
Ciri-ciri lain rosacea adalah muncul benjolan putih yang terkadang bisa berisi nanah.
Jika rosacea dibiarkan maka benjolan putih tersebut bisa berubah menjadi benjolan yang mengeras.
Ciri-ciri rosacea ini sering membuat orang-orang mengira rosacea adalah jerawat.
Padahal jerawat berbeda dengan rosacea.
"Perbedaannya antara rosacea dan jerawat terletak pada kemerahannya," ucap dr Rahmilasari.
Dia meneruskan, kemerahan jerawat hanya di bagian jerawatnya saja, sedangkan rosacea kemerahannya merata.
Perbedaan lain adalah, jerawat ada komedo, sementara rosacea tidak ada komedo.
Jika sudah mengalami rosacea sebaiknya datang ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Penanganan itu yakni dengan obat antibiotik dan obat anti peradangan, baik obat oles maupun obat minum.
Setelah gejala rosacea mereda, dokter akan melakukan tindakan IPL atau laser vaskular.
Berapa kali tindakan dan berapa lama pengobatan, tergantung kondisi rosaceanya, karena kondisi rosacea masing-masing orang bisa berbeda.
"Selain melakukan tindakan dan memberikan pengobatan dokter akan memberikan edukasi agar rosacea tidak kambuh," sebut dr Rahmilasari.
Edukasi itu yakni dengan menghindari pencetusnya, menghindari penggunaan skincare yang mengandung bahan iritatif dan beralkohol, serta menggunakan sunscreen dan pelembab.
(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dr-Rahmilasari-webinar.jpg)