Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif Dekan dan Mahasiswa Teknokrat, Juara Nasional Technologine 2023
Baru-baru ini Universitas Teknokrat Indonesia kembali mengukir prestasi di kancah nasional, dengan meraih juara nasional Technogine 2023.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Tribunlampung.co.id,Bandarlampung- Berikut Wawancara Eksklusif bersama Dekan dan Mahasiswa Teknokrat atau Universitas Teknokrat Indonesia pasca meraih juara nasional di ajang Technologine 2023 di Telkom University.
Baru-baru ini Universitas Teknokrat Indonesia kembali mengukir prestasi di kancah nasional, dengan meraih juara nasional Technogine 2023 yang diselenggarakan Telkom University pada 17-20 Januari 2023 di Bandung.
Pasca meraih juara nasional, Tribunlampung.co.id mengundang Dekan dan ketua tim Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia untuk podcast (berbincang) di studio Tribunlampung, Sabtu (4/2/2023) di Bandar Lampung, Lampung.
Wakil Dekan lll Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik dan Ilmu komputer Universitas Teknokrat Indonesia, Aulia Rahman dalam podcast itu menjelaskan proses sebelum meraih juara.
"Sebelumnya kami sudah ada tim dan awalnya para mahasiswa yang mengikuti lomba ini memiliki hobi teknologi, melihat itu kami berusaha mewujudkan hobi mereka ke jalur yang fositip," kata Aulia Rahman.
Baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia Lahirkan Lulusan Unggul Dukung Indonesia Berdaya Saing Global
"Kami sebagai pembimbing selalu memberi mereka motivasi dan wadah untuk mereka terus berinovasi sehingga meraih juara.
"Alhamdulillah kali pertama mereka mengikuti teknozine ini dan mereka berhasil mendapat juara di tingkat nasional mengalahkan universitas-universitas besar tentunya," ucap Aulia Rahman.
Rasa bangga terus diungkapkan Aulia Rahman pasalnya, anak didiknya merupakan satu-satunya perwakilan dari Sumatera yang berhasil meraih juara di tingkat nasional.
Aulia Rahman juga mengatakan di kampus Teknokrat Indonesia, terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang fokus di bidang Teknologi.
"Kami ada UKM Probotik, UKM ini tingkat Universitas dan banyak divisinya diantaranya Viswing (Pesawat) kemudian ada Divisi Newmanwat itu untuk Robot berkaki bisa main sepak bola, ada juga Robot air, Robot kapal cepat dan Robot kapal selam dan banyak divisinya.
"Selain itu kami ada UKM di tingkat Fakultas ada Prodi kami yang memiliki kekhasan probotik, outputnya Mahasiswa dibentuk bagaimana caranya membuat Robot-robot bahkan Robot Industri di Prodi Teknik Elektro," terang Wadek III FTIK itu.
Disinggung bagaimana cara memilih Mahasiswa yang ditunjuk untuk mengikuti lomba, Aulia Rahman mengatakan melihat potensi-potensi Mahasiswa dari kelas robotik dan dilakukan open rekrutmen.
"Kita melihat potensi dari kelas robotik, kemudian kita lakukan Open rekrutmen setelah itu kita lakukan pelatihan-pelatihan khusus dan karantina," ungkapnya.
Sedangkan untuk perlombaan Mahasiswa Teknokrat mengusung konsep Pesawat Indor (dalam ruangan).
Baca juga: Kepala Speech Teknokrat English Club UTI Beri Kiat Sukses Ikut Speech Competition
"Kami mengusung pesawat Indor khusus di dalam ruangan, dan untuk pesat outdor itu konsepnya berbeda, setiap teknologi yang kami buat sebelumnya kami berikan teorinya," kata Aulia Rahman.
Secara tampilan Pesawat tersebut di desain dengan warna putih dengan ukuran sayap kisaran 60cm dan menggunakan baling-baling berukuran kisaran 20cm dan di oprasikan melalui remot kontrol untuk menerbangkannya.
Salah satu Mahasiswa yang merupakan ketua tim yang juga vilot dalam perlombaan, Firman menjelaskan proses sebelum meraih juara.
"Kami terdiri dari 4 anggota mahasiswa saya sendiri Firman Fahrodin (Teknik Elektro), Wayan Rio (Teknik Elektro), Melvin Erdiyan (Teknik Komputer), M. Aerren Harinal (Teknik Komputer), kami memiliki nama tim yakni keraktau X one," kata Firman Fahrodin.
Ia menambahkan dari 4 anggota tersebut, memiliki bidang masing-masing dalam mengoperasikan Pesawat.
"Ada vilot saya sendiri tugasnya untuk mengendalikan Pesawatnya, kemudian ada kovilot untuk melepaskan dan mengambil Pesawat jika terjatuh, sedangkan mekanik satu dan mekanik dua bertugas untuk mendandan jika Pesawat mengalami kendala," terang Firman.
Lebih lanjut Firman mengatakan konsep yang diusung dalam perlombaan yakni Indor, jadi mereka memiliki ide untuk menciptakan Pesawat yang terbilang ringan.
"Karena konsepnya indor kita memiliki ide untuk membuat Pesawat yang ringan, untuk bahannya sendiri kami mengunakan polipom (kota nasi) dan kami gunakan penguatnya menggunakan viber, jadi semua tulang Pesawatnya menggunakan viber agar tidak luntur, ada juga plastik jas hujan untuk melengkapi Pesawat," ujarnya.
Kendati demikian, sebelum berhasil menciptakan Pesawat sedemikian rupa, Firman mengaku ia bersama tim sempat melakukan beberapa percobaan.
"Sebelum berhasil buat seperti ini, kami sebelumnya mencoba membuat Pesawat dengan bahan full menggunakan polipom, namun hal itu kurang efektif karena Pesawat terlalu berat dan susah dikendalikan bahkan sistem elektroniknya terlalu boros," cerita Firman.
Dalam proses menciptakan Pesawat Firman mengaku pihaknya belajar secara fokus melalui beberapa metode.
"Selain belajar teori langsung kami juga belajar dari Web dan Youtube," ujarnya.
Firman mengatakan proses pembuatan Pesawat menggunakan trasmiter dengan remot kontrol.
Disinggung yang menjadi penilaian dalam perlombaan, Firman menjelaskan secara singkat.
"Dalam perlombaan ada presentasi, disitu kami menjelaskan inovasi Pesawat, kemudian dalam perlombaan terdapat misi terbang melewati opsekel-opsekel seperti kotakan, nanti Pesawatnya masuk yang ditentukan oleh panitia dan sebagai nilai tambahan peserta lomba harus memperlihatkan akrobatik dari Pesawatnya," tutur Firman menjelaskan.
Alhasil berkat kegigihan Firman dab tim Universitas Teknokrat Indonesia berhasil meraih juara 2 di tingkat nasional.
Firman mengatakan akan terus membuat inovasi-inovasi penemuan lainnya ke ke depan.
"Kami lagi riset untuk menciptakan penemuan-penemuan yang lebih baik ke depan," kata dia.
"Saya berharap ke depan akan lebih banyak lagi karya-karya di lombakan dan Universitas Teknokrat Indonesia bisa meraih lebih banyak juara ditingkat nasional maupun di tingkat Internasional," tandasnya.
Itulah penjelasan Dekan dan Mahasiswa Teknokrat pasca meraih juara nasional di ajang Technologine 2023 di Telkom University.
( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Teknokrat-raih-juara-nasional-Technologine-2023.jpg)