Berita Lampung

Membanggakan, Pelajar Lampung Ini Dapatkan Beasiswa dari Tiga Kampus Terbaik di Dunia

Seorang pelajar Lampung yang berasal dari SMA BPK Penabur Bandar Lampung dapatkan beasiswa di tiga kampus terbaik di dunia.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Teguh Prasetyo
tribunlampung/bayu saputra
Norman Jefferson Nainggolan, siswa SMAK BPK PENABUR bersama sang ibu, Hasnariaty saat diwawancarai Tribun Lampung, Sabtu (11/2/2023). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Membanggakan, seorang pelajar Lampung yang berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) BPK Penabur Bandar Lampung, Norman Jefferson Nainggolan berhasil mendapatkan beasiswa di tiga kampus terbaik di dunia.

Norman sendiri menerima beasiswa dari pemerintah melalui program Beasiswa Indonesia Maju (BIM).

Saat ini ia telah diterima di kampus University of Melbourne Australia, Monash University Australia, dan Royal Conservatoire of Scotland.

Tribun Lampung, pada Sabtu (11/2/2023), langsung bisa mewawancarai pelajar berprestasi yang dikenal sebagai pemain biola atau violin ini.

Baca juga: Norman Jefferson Nainggolan, Pemusik Termuda Asal Lampung di Twilite Orchestra

Siswa kelas XII SMA BPK Penabur Bandar Lampung ini mengatakan, ia tidak menyangka bisa diterima di tiga kampus terbaik di dunia.

"Sekarang ini saya harus berbagi dengan kegiatan sekolah, sementara pada malam harinya, saya harus berlatih biola," kata Norman.

Ia mengatakan, tiap malam dari pukul 20.00 WIB hingga dini hari, ia pakai untuk berlatih biola.

Norman mengaku, meski letih setelah belajar di sekolah, namun ia selalu menyempatkan untuk tetap berlatih biola.  

"Dan saat ini, persiapan yang saya lakukan salah satunya adalah harus cakap berbahasa Inggris," ujarnya.

Selain itu, ia sedang mempersiapkan untuk penyetaraan akademik guna berkuliah ke luar negeri, karena kampus di luar tidak menerima ijasah dari sekolah di Indonesia.

Cowok kelahiran Bandar Lampung, 18 Juni 2005 ini mengatakan, awalnya bisa mendapatkan beassiwa dengan mengikuti audisi terlebih dahulu, dan merekam permainan biolanya untuk kemudian didikirimnya ke kampus yang dituju.

"Kalau saya memang suka musik sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas VI," tambahnya.

Pada awalnya dikenalkan sang ibu alat musik suling, barulah kemudian diberi pilihan lain gitar dan biola.

"Bagi saya biola itu unik dan berbeda, karena ada dua elemen yang harus dimainkan secara bersamaan," imbuh Norman.

"Hingga akhirnya saya diberikan kesempatan oleh ibu untuk kursus musik. Guru saya bilang, progres saya sangat cepatuntuk anak  berumur 12 tahun saat itu hingga berlanjut sampai sekarang," tambahnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved