Berita Lampung

Kasus Campak Nihil di Lampung Utara sampai Februari 2023

asus campak di Lampung Utara hingga pertengahan bulan Februari 2023 masih nihil sedabngkan pada 2022 lalu ada satu kasus suspeck.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara dr Maya Natalia Manan jelaskan belum ada kasus campak hingga bulan Februari 2023 sedangkan tahun lalu ada satu suspeck campak. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Utara - Kasus campak di Lampung Utara hingga pertengahan bulan Februari 2023 masih nihil. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampura, Maya Natali Manan, mengatakan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, saat ini belum ada satu kasus campak muncul di kabupaten Lampung Utara.

Namun pada 2022 lalu terdapat satu kasus suspek campak di Lampung Utara.

Kini pihaknya berupaya meningkatkan cakupan imunisasi, mulai dari imunisasi campak pada bayi, balita, hingga anak sekolah.

Untuk antisiapasi, pihaknya akan melakukan imunisasi campak.

“Di harapkan masyarakat di Lampung Utara terlindung dari penyakit campak karena telah diimunisasi," ujarnya, Kamis (16/2/2023).

Baca juga: Pengadilan Agama Kotabumi Lampung Utara Terima 5 Dispensasi Nikah sampai Februari 2023

Baca juga: Pemkab Lampung Utara dan BPN Bagikan 121 Sertifikat PTSL 

Pelaksanaan imunisasi sendiri, menurut Maya, dilaksanakan melalui petugas di puskesmas. 

Para petugas akan mendatangi tempat yang dituju, maupun fasilitas publik semacam sekolah guna meningkatkan cakupan imunisasi.

"Sehingga masyarakat dapat terhindar dari penyakit campak yang tengah melanda bangsa ini," ujarnya.

Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus campak.

Ia menjelaskan, penularan campak dapat melalui droplet, yaitu air ludah saat batuk, bersin, atau berbicara dan cairan hidung.

Umumnya, gejala yang dikeluhkan penderita campak adalah demam tinggi, batuk, pilek, dan radang mata. 

Kemudian, dua hingga empat hari setelah gejala awal akan muncul bintik-bintik kemerahan pada seluruh tubuh.

Maya mengatakan, sebagian besar penderita campak akan sembuh tanpa pengobatan khusus. 

Namun, jika tidak segera ditangani maka dapat terjadi komplikasi, seperti diare, radang paru, radang otak, hingga gangguan kekebalan tubuh.

Bila terjadi komplikasi tersebut, maka pasien campak perlu memperoleh perawatan khusus di fasilitas pelayanan kesehatan. 

Sebab, bila terlambat ditangani dapat memunculkan risiko kematian yang tinggi.

( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved