Kesehatan
Kenali Tiga Penyebab dan Tata Cara Penularan Penyakit Bronkitis
Bronkitis adalah peradangan saluran bronkus yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan alergi.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Teguh Prasetyo
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bronkitis adalah peradangan saluran bronkus yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan alergi.
dr Andreas Infianto, MM, SpP (K), FISR dari Rumah Sakit Advent Bandar Lampung dan Staf Pengajar di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Paru I di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung mengatakan, penyebab bronkitis adalah virus, bakteri, dan jamur.
"Virus, bakteri, dan jamurnya bisa apa saja, misalnya virus covid atau bakteri staphylococcus," ucap dr Andreas, Sabtu 25 Februari 2023.
Seseorang bisa terkena virus, bakteri, dan jamur karena tertular dari orang lain yang sedang mengalami bronkitis.
Baca juga: Halo Dokter, Gejala Bronkitis yang Perlu Dikenali
Penularannya melalui percikan dahak yang masuk ke saluran nafas ketika batuk dan sedang tidak menggunakan masker atau tidak menutup mulutnya dengan tangan.
Ketika tertular akan timbul gejala bronkitis yakni sakit tenggorokan, nyeri telan, pilek, demam, sakit tulang, sesak nafas, dan lendir yang berlebihan.
"Ada juga gejala bronkitis berupa batuk kering atau berdahak yang merupakan mekanisme pertahanan tubuh itu sendiri," kata dr Andreas.
Gejala bronkitis yang terjadi selama dua atau tiga minggu disebut sebagai bronkitis akut.
Sedangkan gejala bronkitis yang terjadi selama tiga bulan, atau dalam dua tahun bronkitis terjadi selama tiga kali maka disebut bronkitis kronis.
Bronkitis harus segera diobati karena jika tidak bronkitis ini akan berlanjut menjadi pneumonia, karena bronkitis adalah awal mula pneumonia muncul.
Pengobatan bronkitis dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara makan makanan yang bergizi, banyak minum air putih, konsumsi vitamin C, dan banyak istirahat.
Sebab daya tahan tubuh yang meningkat akan membuat bronkitis sembuh dengan sendirinya.
Namun jika daya tahan tubuh turun, perokok, dan memiliki penyakit penyerta seperti HIV/AIDS serta kencing manis, maka harus dibantu dengan antibiotik dan obat obat lain.
Sebab, rokok dan penyakit penyerta bisa dengan mudah membuat bronkitis berlanjut menjadi pneumonia.
Selama pengobatan, dr Andreas menyarankan agar jangan dekat dengan orang lain dahulu agar tidak menulari, karena mengingat bronkitis bisa menular.
Setelah pengobatan, bronkitis akut akan sembuh total.
Namun untuk yang bronkitisnya disebabkan alergi harus hati-hati karena meskipun sudah sembuh, bronkitis bisa kambuh lagi kapan saja jika terkena penyebab alerginya.
Untuk itu dr Andreas sangat menyarankan agar sebisa mungkin menghindari penyebabnya
Baca juga: Jangan Sepelekan Penyakit Pneumonia, Bila Tidak Segera Tertangani Bisa Akibatkan Meninggal Dunia
Gejala Pneumonia
dr Andreas juga mengatakan, gejala pneumonia adalah demam, batuk, dan ada perubahan dari dahak.
Dahak pneumonia beda dengan dahak batuk, yakni dahaknya kental, berwarna hijau atau putih kekuningan, dan bahkan bisa disertai dengan darah serta berbau amis.
Beberapa yang terkena pneumonia juga bisa mengalami sesak nafas dan sakit pada dada.
Untuk memastikan seseorang mengalami pneumonia dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang seperti rontgen dada atau pemeriksaan laboratorium.
Jika sudah dipastikan mengalami pneumonia dokter akan memberikan pengobatan ke pasien dengan melihat kondisi pasien.
Kalau kondisinya masih ringan yakni demam, batuk, dan ada dahak, dokter akan memberikan antibiotik spektrum luas dan dokter akan meminta untuk istirahat total di rumah.
Setelah menjalani perawatan di rumah selama 7-10 hari, harus datang lagi ke dokter agar kondisinya bisa dievaluasi.
Tapi jika ketika dirumah kondisinya mengalami perburukan, seperti demam tinggi, dahak ada darahnya, sesak nafas, dan tidak sadarkan diri harus segera dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Perburukan itu tandanya ia mengalami pneumonia berat yang membutuhkan perawatan dirumah sakit.
Terhadap pasien pneumonia berat yang dirawat di rumah sakit, dokter akan melakukan evaluasi setiap tiga hari sekali
Tak hanya pasien yang mengalami pneumonia berat, pasien yang sudah lanjut usia juga harus dirawat dirumah sakit walaupun pneumonianya ringan.
Apalagi kalau pasien pneumonia itu ada penyakit penyerta seperti jantung, kencing manis, stroke, dan HIV/AIDS
Hati-hati pneumonia jika tidak tertangani dengan baik, bisa membuat meninggal dunia
(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Dokter-RS-Advent-dr-Andreas-Infianto-MM-SpP-K-FISR.jpg)