Jokowi ke Lampung

Warga Lampung Timur Rela Dua Kali Pecah Ban Terobos Jalan Rusak demi Temui Jokowi

Nengah Satri, warga Kabupaten Lampung Timur sengaja bertolak ke Jalan Simpang Randu, Lampung Tengah untuk melihat dan menyapa Presiden Joko Widodo

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: soni
Tribun Lampung/ V Soma Ferrer
Nengah Satri, warga Kabupaten Lampung Timur yang sengaja bertolak ke Jalan Simpang Randu, Lampung Tengah untuk melihat dan menyapa Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (5/5/2023). 

Tak hanya bagi warga Lampung Tengah saja, warga lain daerah yang ingin bertemu langsung dengan orang nomor satu di Indonesia itu rela menempuh perjalanan hingga menunggu dua hari.

Seperti I Gede Sadna (56) dan istrinya warga yang tinggal di kawasan industri Indo Lampung, Kabupaten Tulang Bawang rela menempuh perjalanan tiga jam dan menunggu dua hari hanya untuk bertemu Jokowi.

Dari pengakuan Sadna, demi bertemu Jokowi di Lampung Tengah, dirinya dan istri harus menempuh jalan yang jauh dan beresiko.

Terlebih rela menunggu dua hari demi bertemu Jokowi akibat mundurnya jadwal kedatangan.

"Saya dan istri sudah di Lamteng tanggal 3 Mei, karena jadwalnya mundur sampai tanggal 5 Mei, saya dan istri rela menunggu dua hari sampai sekarang," katanya kepada Tribunlampung.co.id di Kampung Swastika Buana, Lampung Tengah, Jumat (5/5/2023).

Baca juga: Presiden Jokowi Keliling 82 Menit Cek Jalan Rusak di Jati Agung Lampung Selatan 

Sadna mengatakan, walaupun sempat tertunda jadwalnya, dirinya dan istri rela menunggu lama karena sengaja ingin bertemu langsung dengan Jokowi.

Selama ini Sadna hanya melihat Jokowi di televisi dan di layar ponsel, kini harapannya bertemu Jokowi ada di depan mata.

Pasalnya, dirinya kekeh ingin bertemu Jokowi untuk menyampaikan permintaan tentang perbaikan jalan.

Seperti warga Rumbia, akses jalan di tempat tinggalnya Kampung Wonorejo, Kecamatan Gedung Meneng, Tulang Bawang kondisinya lebih memprihatinkan dari Rumbia.

Sadna mengaku jalan di sana bukan hanya rusak lagi, tapi akan terputus jika dilanda hujan deras.

"Kalau hujan, air sungai akan meluap hingga ke jalan, akses jalan akan terputus hingga air surut dan jalan kering," katanya.

Dengan penghasilan utama masyarakat setempat adalah petani singkong, kendaraan muatan pupuk dan hasil panen makin memperparah kerusakan jalan yang "numpang" dengan perusahaan Indo Lampung itu.

Jika akses sudah terputus karena banjir, lanjutnya, jalanan baru bisa dilalui seminggu kemudian.

Terutama kendaraan muatan singkong petani dengan muatan minimal 8 ton maksimal 20 ton.

Pasalnya, setelah terendam banjir, kendaraan yang nekat melintas akan menimbulkan bekas roda yang dalam, ditambah lumpur menyelimuti jalan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved