Berita Lampung
Produk UMKM Keripik Pisang di Lampung Kini Pakai Transaksi Digital
Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal di Lampung mulai ramai memanfaatkan pembayaran digital dalam proses jual beli.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: soni
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal di Lampung mulai ramai memanfaatkan pembayaran digital dalam proses jual beli.
Transaksi produk UMKM lokal dengan pembayaran digital ini seperti yang dilakukan Erma Syahfitri, pelaku UMKM olahan pisang di Bandar Lampung.
Dalam aktivitasnya, Erma Syahfitri mengatakan mulai nyaman dengan metode transaksi pembayaran digital, terlebih untuk dirinya yang suka berpindah-pindah lokasi untuk berdagang.
Hal itu lantaran, selain berdagang di warung, Erma Syahfitri mengatakan dirinya juga kerap ikut serta dalam bazar-bazar lokal dalam memasarkan keripik dan olahan pisang lainnya dari produk dia.
"Saya sering ikut dalam bazar-bazar dan event-event yang kiranya ada tenant untuk produk UMKM, jadi sering berpindah. Dulu, kerasa banget tuh repotnya harus bawa uang pecahan banyak-banyak untuk kembalian," kata Erma Syahfitri, saat diwawancara di Bandar Lampung, Kamis (11/5/2023).
"Jujur, pembayaran digital ini lebih memudahkan karena tidak perlu repot menghadirkan kembalian di setiap transaksi dengan pembeli," lanjut Erma Syahfitri.
Erma Syahfitri mengatakan pembayaran digital yang dirinya gunakan cukup lengkap, seperti QR code Indonesian standard atau QRIS, transfer bank hingga dompet digital.
Diakui Erma Syahfitri, pembayaran digital itu, selain untuk mempermudah dirinya, juga dinilai mempermudah pembeli-pembelinya.
Erma Syahfitri mengklaim itu karena saat ini, jumlah pembeli kripik pisang olahannya terus bertambah.
Serta semakin banyak pembelinya yang juga membeli produk UMKM dia dengan pembayaran digital.
"Mulai ramainya pembeli yang pakai pembayaran digital ini saat pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu, sekarang justru lebih dominan yang pakai pembayaran digital dan bisa 70 persen lebih perbandingannya," kata Erma Syahfitri.
Baca juga: Ada Diskon hingga 80 Persen di UMKM Bazar Its Wonderful Ramadhan Mal Boemi Kedaton
Baca juga: Kuliner Lampung Keripik Pisang Blessing Bidik Pasar Luar Tanggamus
Selanjutnya, Erma Syahfitri juga mengklaim bahwa penggunaan pembayaran digital juga berpengaruh terhadap omset penjualan keripik pisang dia.
Erma Syahfitri bercerita, pembeli saat ini lebih nyaman berbelanja karena tidak merasa terbatas atas nilai uang yang ada di kantongnya.
Terlebih saat di bazar-bazar, pembeli bisa beli keripik pisangnya meski mereka tidak bawa uang cukup ataupun sudah habis karena hal lain.
"Kalau sekarang, malah omset saya bisa sampai Rp 30 juta sebulan, bisa lebih kalau memang lagi ramai event yang bisa masuk produk UMKM lokalnya," kata Erma Syahfitri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bertransaksi-dengan-pembeli-dengan-pembayaran-digital.jpg)