Gebrakan Baru! UTI launching Perkuliahan berbasis Metaverse dan Blockchain
Universitas Teknokrat Indonesia mempelopori Pengembangan Inovasi Digitalisasi Pembelajaran berbasis Metaverse dan Blockchain
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Universitas Teknokrat Indonesia mempelopori Pengembangan Inovasi Digitalisasi Pembelajaran berbasis Metaverse dan Blockchain, Program ini dirancang untuk memanfaatkan teknologi terbaru dalam pendidikan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi mahasiswa.
Metaverse adalah dunia virtual tiga dimensi di mana pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan dan objek yang ada di dalamnya seperti dalam dunia nyata. Dalam konteks pendidikan, metaverse dapat digunakan sebagai platform untuk mengadakan kuliah, diskusi, dan kegiatan belajar lainnya. Sedangkan Blockchain akan digunakan untuk memberikan dukungan dan bantuan dalam proses pembelajaran.
Menurut Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M Selaku wakil Universitas Teknokrat Indonesia menyampaikan "Dengan memanfaatkan Metaverse, kami menciptakan lingkungan virtual yang dapat memfasilitasi penyampaian materi perkuliahan, interaksi dua arah antara dosen dan mahasiswa yang menyerupai dunia nyata."
Selain itu, penggunaan teknologi Blockchain dalam perkuliahan memberikan keuntungan transparansi dan keamanan bagi dosen dan mahasiswa. Kami percaya bahwa langkah ini akan membawa manfaat signifikan bagi perkembangan akademik dan pengalaman belajar mahasiswa kami. Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas yang relevan dengan perkembangan teknologi global kepada mahasiswa kami, sehingga mereka siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berubah.
Masih dalam penyampaian Mahatir " kami dari Universitas Teknokrat Indonesia sudah mengoordinasikan dengan pihak pemerintah terkait Perkuliahan berbasis Metaverse dan Blockchain, dan Metaverse yang kita buat sudah sesuai dengan arahan kemendikbud ristek terkait inovasi pembelajaran daring, Seperti, spada, scele, atau LMS lainnya, (pungkas Mahatir').
Menurut Yuri Rahmanto, M.Kom seku Ketua Penelitian dan Pengembangan Metaverse dalam penyampaiannya menjelaskan Bahwa Metaverse merupakan sebuah platfrom virtual yang nanti akan kita gunakan dengan tujuan perkuliahan dan pembelajaran, bimbingan, meating bahkan pertemuan, rapat untuk dosen dan management.
Selain itu Metaverse juga akan terdapat pembelajaran terkait bagaimana bisnis NFT berbasis blok C sehingga di dalam pembelajaran nanti akan di berikan tata cara menjual aset aset NFT, tetapi untuk sementara ini menyediakan tentang lobby space tentang pembelajaran mahasiswa.
Masih dalam penyampain Yuri "Dalam mengembangkan program Perkuliahan berbasis Metaverse dan Blockchain dilakukan bersama tim terdiri dari dosen dan mahasiswa, diantaranya pakar di bidang kecerdasan buatan dan data science, pengembangan avatar, pengolahan teks ke suara, penelitian dan pengembangan metaverse, serta pengembangan teknologi pendidikan.
Selain yang telah di sampaikan tadi metaverse juga merupakan produk kelompok ilmuan diantaranya yaitu kelompok.ilmuan game dan multimedia, dan tidak hanya itu metaverse juga terbentuk dari gabungan beberapa matakuliah seperti desain game, off meta treality, Virtual Reality, sehingga dari beberapa mata kuliah tersebut di gabungkan dan dimasukan ke dalam dunia metaverse, sehingga tidak hanya tim saja yang membuat akan tetapi mahasiswa juga terlibat dalam proses pembuatan metaverse bersama sama.
Adapun manfaat terkait metaverse yaitu mungkin untuk saat ini tren metaverse sedang turun akan tetap kami dari pihak Universitas Teknokrat Indonesia dengan optimis bahwa kedepan nya metaverse akan digunakan oleh banyak orang dan pada saat itu terjadi kami dan seluruh mahasiswa sudah siap akan hal itu.
Tidak hanya itu, Program perkuliahan berbasis metaverse ini akan menawarkan berbagai macam mata kuliah yang relevan dengan bidang teknologi dan digital seperti ilmu komputer, desain grafis, dan pengembangan game. Selain itu, mahasiswa juga akan diberikan kesempatan untuk belajar tentang penggunaan teknologi dalam industri lain seperti kesehatan, pariwisata, dan keuangan.
Hal ini membuat pembelajaran Daring lebih interaktif dan komunikatif. Materi perkuliahan yang disajikan oleh Dosen A.I juga akan mempermudah penyampaian informasi kepada mahasiswa. Hal ini tidak mengurangi interaksi in-touch dengan mahasiswa karena perkuliahan Metaverse adalah pengembangan sistem pembelajaran daring yang sudah diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia. Pembimbingan face-to-face juga diterapkan dengan beragam layanan akademik dan kemahasiswaan.
Selain itu, inovasi yang didorong dalam Metaverse ini adalah adanya teknologi Block Chain. Mahasiswa difasilitasi untuk mengembangkan produk/aset digital yang mereka dapat perjual belikan dalam bentuk NFT didukung dengan mata uang Etherium. Hal ini juga mendukung entrepreneurship dan literasi digital marketing bagi dosen dan mahasiswa.
Adapun tim kami tersebut meliputi :
Dosen
1. Yuri Rahmanto, M.Kom. (Ketua Penelitian dan Pengembangan Metaverse),
2. Dr. Si. Dedi Darwis, M.Kom (pakar Kecerdasan Buatan dan Data Science),
3. Ade Surahman, M.Kom. (pakar Game Design),
4. Donaya Pasha, M.Kom. (Pakar Pengembangan Avatar dan Multimedia),
5. Auliya Rahman Isnain (pakar AR dan VR),
6. Achmad Yudi Wahyudin, M.Pd (pakar teknologi pendidikan), dan
7. Dr. Ryan Randy Suryono (Pakar Fintech dan Blockchain).
Tim Mahasiswa:
1. Reza Prayoga
2. Geyma Vancha Risma
3. Afit Santoso
4. Rama Suherman
( seluruhnya prodi Informatika )
Tim Teknis:
Mugi Prasetyo dan Samingan
( Tribunlampung.co.id / Rilis )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/universitas-teknokrat-indonesia-mempelopori-pengembangan-inovasi-digitalisasi.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/universitas-teknokrat-indonesia-mempelopori-pengembangan-inovasi-digitalisasi-pembelajaran.jpg)