Berita Lampung

Warga Bandar Dalam Lampung Selatan Gatal-gatal Mandi di Sungai, Diduga Tercemar

Air sungai yang semula dipakai warga untuk mandi, menucuci dan air minum, kini bahkan tidak dapat dikonsumsi lagi.

|
Tribunlampung.co.id / Domi
Sungai atau curug Desa Bandar Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan diduga tercemar limbah. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Sungai atau curug Desa Bandar Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan diduga tercemar limbah.

Selama 4 tahun terakhir, warga sekitar mengeluhkan gatal-gatal setelah mandi di sungai.

Selain itu, air sungai yang semula dipakai warga untuk mandi, menucuci dan air minum, kinI tidak dapat dikonsumsi lagi.

Puluhan warga pun mengeluhkan terserang penyakit gatal-gatal.

Pencemaran sungai ini dinilai menggangu kesehatan warga.

Baca juga: Minta Jalan Pantai Minang Rua Lampung Selatan Diperbaiki, Menparekraf: Bisa Dilewati Mobil Listrik

Sebanyak 20 orang termasuk anak anak terserang penyakit gatal.

Warga yang sudah berobat disarankan tidak beraktifitas dan mengkonsumsi air dari sungai itu lagi.

Karena, diduga banyak bakteri dan virus berbahaya yang sudah mencemari air di sungai tersebut.

Salah satu warga bernama Yuli mengatakan warga di desanya menggunakan air sungai di tempatnya untuk mandi, mencuci pakaian, hingga untuk di konsumsi warga.

"Dulu mandi lama di sungai itu nggak ngerasa apa-apa. Sekarang kalau mandi bentar aja kita udah ngerasa gatal-gatal.," ujar Yuli, Minggu (28/5/2023).

Yuli menuturkan dua anaknya sudah mengalami penyakit gatal-gatal akibat berenang di sungai tersebut.

"Gatal-gatal hingga mengoreng," ujarnya.

Kata Yuli, dirinya sudah membawa anaknya berobat, dan dokter menyarankan untuk tidak menggunakan air di sungai tersebut.

Namun, sampai saat ini warga masih menggunakan air di sungai tersebut untuk mencuci, mandi dan di konsumsi.

Baca juga: Sandiaga Uno Jogging dan Main Banana Boat di Pantai Minangrua Lampung Selatan

"Kami terpaksa memakai air sungai tersebut karena tidak memiliki sumur dan tak sanggup membeli air bersih," ujarnya.

Ketua RT setempat Yanto mengatakan banyak warganya yang mengeluhkan penyakit gatal-gatal sudah lama.

"Kalau 4 tahunan ada. Ada sekitar 20-an warga mengeluhkan penyakit gatal-gatal," ujarnya.

Yanto mengatakan sungai itu di pakai untuk mandi, mencuci, dan dikonsumsi.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved