Berita Lampung

288 Balita di Lampung Selatan Idap Pneumonia

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Diskes Lampung Selatan Ridwan Syani mengatakan, jumlah kasus pneumonia terkonfirmasi 288 kasus.

Kompas.com
Ilustrasi. Terdapat 288 balita di Lampung Selatan mengidap penyakit pneumonia. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Dinas Kesehatan Lampung Selatan mengonfirmasi terdapat 288 balita mengidap penyakit pneumonia.

Diketahui, pneuominia merupakan infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru, yang dapat berisi cairan.

Pada pneumonia, kantung udara bisa berisi cairan atau nanah.

Infeksi dapat mengancam nyawa siapa pun, terutama pada bayi, anak-anak, dan lansia di atas 65 tahun.

Kasus pneumonia di Lampung Selatan pada 2023 ini menunjukkan tren yang meningkat.

Pada Februari sebanyak 64 kasus, lalu Maret 77 kasus, dan April 80 kasus.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Diskes Lampung Selatan Ridwan Syani mengatakan, jumlah kasus pneumonia terkonfirmasi sebanyak 288 kasus.

"Dari data pneumonia balita 2023, tercatat Januari sebanyak 67, Februari 64 kasus, Maret 77 kasus, dan April sebanyak 80 kasus. Jika ditotal, jumlah kasus yang terkonfirmasi sebanyak 288 kasus," kata Ridwan, Rabu (31/5/2023).

Lanjut Ridwan, ada peningkatan jumlah kasus sepanjang Februari hingga April.

Ridwan menjelaskan bahwa jumlah kasus ISPA secara keseluruhan mencapai ratusan karena saat warga berobat ke puskesmas dengan keluhan flu dan batuk.

"Mereka secara otomatis dicatat sebagai kasus ISPA. Oleh karena itu, Diskes Lamsel lebih fokus pada penyakit pneumonia," sebutnya.

Penyebaran kasusnya ada di Kecamatan Penengahan, Bakauheni, Ketapang, Sidomulyo, dan Natar.

"Upaya preventif yang telah kami lakukan yakni dengan cara melakukan care seeking atau kunjungan ke rumah pasien pneumonia," ujarnya.

Agar kasus tidak berulang, katanya, pihaknya telah memberikan edukasi pencegahan dan tentang lingkungan yang sehat (ventilasi baik, bebas polusi) kepada masyakarat.

Lalu, pihaknya juga telah melakukan penyuluhan pada saat posyandu.

"Pemberian antibiotik pada kasus pneumonia sedang, dan rujukan ke faskes pada kasus berat," ucapnya.

Ridwan mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, agar terhindar dari penyakit pneumonia.

(Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved