Berita Lampung
Penyebab dan Cara Atasi Ganguan Mental Bipolar
Bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan drastis suasana hati dan harus tangani ke psikolog dengan pengobatan.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id - Bipolar merupakan gangguan mental yang menyebabkan perubahan drastis suasana hati, misalnya dari merasa sangat senang bisa berubah drastis menjadi sangat sedih.
Kepala Program Studi Psikologi Universitas Malahayati, Lampung Octa Reny Setiawati, M.Psi, mengatakan, gejala awal bipolar yang paling terlihat adalah perubahan mood yang intens selama beberapa hari hingga dua pekan.
Perubahan mood ini menyebabkan berbagai gangguan lain, salah satunya gangguan tidur.
Penyebab bipolar hingga saat ini belum diketahui secara pasti.
"Namun bipolar biasanya muncul karena faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup seperti suka minum minuman beralkohol," kata Octa.
Bipolar rentan dialami orang-orang yang masih berusia remaja
Octa melihat sampai saat ini cukup banyak remaja yang terdiagnosa bipolar.
Bipolar harus segera ditangani, sebab bipolar bisa berdampak tidak baik terhadap relasi sosial, seperti tidak disukai orang lain dan membuat orang lain jaga jarak.
Dampak lain bipolar adalah munculnya keinginan untuk melukai, namun bukan melukai orang lain, melainkan melukai diri sendiri.
Bahkan bipolar bisa membuat penderitanya mengakhiri hidupnya karena sudah merasa lelah dengan bipolarnya.
Untuk menangani bipolar harus ke psikiater untuk mendapatkan obat-obatan.
Setelah sudah tenang dan mood sudah lebih baik datang ke psikolog agar psikolog bisa membantu mengelola emosi, mood, dan stres.
Tak hanya itu, orang yang mengalami bipolar juga harus menjalani hidup yang berkualitas, seperti rutin olahraga, tidak begadang, dan tidak minum minuman beralkohol
Cara Atasi Bipolar
Mengalami bipolar pasti tidak terasa menyenangkan, dan bahkan bisa membuat lelah.
Untuk itu kita harus bisa memahami dan mengerti orang-orang yang mengalami bipolar.
Jika tiba-tiba bipolarnya sedang muncul, kita harus maklum dan jangan pernah baper.
"Baper itu misalnya kita marah atau kita tidak suka ketika kita melihat bipolarnya muncul," ujar Octa.
Sebab ketika bipolar kambuh, mungkin dia akan melakukan hal yang aneh, seperti ketika dia merasa sangat bahagia dia akan bicara sesuka hati dia
Kita juga jangan pernah menjauhi apalagi sampai memusuhi orang-orang yang mengalami bipolar
Justru kita harus merangkulnya, serta mengajaknya berteman dan bergaul bersama kita
Kita juga harus mengajaknya untuk melakukan berbagai aktivitas yang positif seperti olahraga
(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Psikolog-Octa-Reny-Setiawati-MPsi.jpg)