Berita Lampung

Petani Metro Pusat Minta Pemkot Metro Bantu Alat dan Mesin Pertanian

Maksum, petani padi di Metro Pusat, Metro, Lampung, mengaku pihaknya sangat membutuhkan alsintan demi mendukung penanaman dan pemanenen lebih cepat

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
Petani di Metro Pusat sedang menanam padi, Sabtu (17/6/2023). Petani harap bantuan dari Pemkot Metro. 

Tribunlampung.co.id, Metro - Petani di Metro Pusat meminta Pemkot Metro Lampung memfasilitasi alat dan mesin pertanian (Alsintan) ketika sudah memasuki masa tanam dan panen padi.

Maksum, petani padi di Metro Pusat, Metro, Lampung, mengaku pihaknya sangat membutuhkan alsintan demi mendukung penanaman dan pemanenen lebih cepat dan efektif.

Ia juga mengaku, jika dirinya belum pernah menerima bantuan alsintan dari Pemkot Metro Lampung selama menjadi petani.

"Ya kalo permintaannya ke pemerintah itu bisa dibantu fasilitasi untuk alsintan,"

"Karena alsintan itu juga kan mempermudah kami untuk mengerjakan proses penanaman padi maupun pemanenannya nanti," .

"Belum pernah, kalo ada pun alat itu kami sewa, dari kelompok tani biasanya kalo ada itu sewa," 

"Untuk alsintan kami ini terbatas untuk traktornya," ungkapnya, Sabtu (17/6/2023).

Ia juga mengeluhkan terkait keterlambatan pupuk yang sering terjadi.

Keterlambatan pupuk menyebabkan terlambatnya penanaman padi.

"Kalau untuk musim tanam sekarang ini biasanya karena keterlambatan pupuk sih, belum lagi itu juga tergantung permodalan petani juga secara gak langsung," bebernya.

"Ya harapannya petani ini dimudahkan lah kalo untuk pupuk," sambungnya.

Selain itu, masalah lain yang timbul menurutnya berada di saluran irigasi.

"Untuk saluran irigasi seharusnya ada perbaikan irigasi, karena ada kerusakan, jadi pengangkatan lumpur juga susah," tuturnya.

"Karena bangunan masyarakat juga sudah terlalu mepet lah sama irigasi itu," lanjutnya.

Ia juga mengeluhkan harga gabah yang sering turun secara drastis.

"Harga gabah kan kadang anjlok, turunnya jauh, jadi jauh perbandingannya dengan harga pupuk," 

"Belum lagi kan di sini rata-rata petani penggarap, bukan petani pemilik, jadi agak berat buat kami," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved