Berita Terkini Artis

Mario Teguh Dilaporkan Atas Dugaan Penipuan, Disebut Tak Tepati Perjanjian Bisnis

Mario Teguh dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan. Mario disebut tidak menepati perjanjian bisnis.

Penulis: Putri Salamah | Editor: Reny Fitriani
Instagram/@marioteguh
Ilustrasi, Mario Teguh. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta – Motivator ternama Mario Teguh dilaporkan ke pihak Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan.

Mario Teguh dilaporkan oleh rekan bisnisnya yakni Sunyoto Indra Prayitno pada 19 Juni 2023 lalu.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh kuasa hukum pelapor yakni Djamalluddin Koedoeboen.

“Memang kami di bulan lalu tanggal 19 Juni 2023 sudah membuat LP terhadap pada seorang yang berinisial MT dan kemudian LP nya dengan nomor 3505 yang saat ini tengah didalami oleh rekan-rekan Polda Metro Jaya,” ungkap kuasa hukum pelapor, dilansir dari YouTube Cumicumi, Jumat (15/7/2023).

Laporan tersebut telah teregistrasi dengan nomor  LP/B/3505/VI/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Mario Teguh dituding tidak menempati perjanjian bisnis dengan kliennya.

Pihak Sunyoto pun mengklaim mengalami kerugian dengan nilai yang cukup fantastis atas perlakuan Mario Teguh.

“Ada janji yang bersangkutan untuk meng-up skin care atau bisnis dari klien kami yang pada akhirnya itu tidak dilakukan

sehingga klien kami mengalami kerugian cukup besar dan menggelontorkan sejumlah uang kepada yang bersangkutan sejumlah kurang lebih Rp5 miliar,” jelasnya.

Djamal melanjutkan jika Mario Teguh menjanjikan kenaikan omzet bisnis produk skincare miliknya.

Mario Teguh meminta kliennya untuk membayarkan sejumlah uang.

“Perjanjiannya adalah bahwa yang bersangkutan menjanjikan dan mengimingi agar dengan menggunakan jasa dari beliau itu klien kami omzet nya bisa naik berpuluh miliar dalam sebulan dan untuk itu klien kami harus memiliki kewajiban untuk memberikan sejumlah uang kepada yang bersangkutan,” terangnya.

Setelah menerima pembayaran, Mario Teguh hanya melakukan promosi produk hanya sekali saja.

Dan hasil dari promosi Mario Teguh itu pun dianggap Sunyoto tidak memuaskan.

“Tapi faktanya itu tidak dilakukan, dilakukan sekali tapi gak ada yang like bahkan juga tidak ada yang beli malah justru klien kami yang unggah di Twitter segala macem justru banyak. Ini yang gak ada sama sekali,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved