Kesehatan
Kenali Penyebab dan Cara Obati Penyakit Kulit Vitiligo
Kenali penyebab dan cara mengobati penyakit kulit vitiligo dari dr Antoni Miftah SpKK, FINSDV, FAADV.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Penyakit kulit vitiligo hingga saat ini masih banyak dialami orang-orang dari usia anak-anak sampai remaja dewasa.
Ahli Madya Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Laampung dr Antoni Miftah SpKK, FINSDV, FAADV mengatakan peringatan hari vitiligo sedunia (world vitiligo day) tanggal 25 Juni lalu mengingatkan kita kalau vitiligo adalah penyakit kulit yang tidak boleh diabaikan.
Karena berisiko bisa memicu kelainan kulit yang lebih parah salah satunya kanker kulit.
Jika ada saudara, teman, keluarga, atau siapapun itu mengalami vitiligo, jangan pernah dijauhi, karena vitiligo tidak menular.
Justru kita harus memberikan dukungan bagi yang mengalami vitiligo, karena kemunculan vitiligo terkadang bisa membuat tidak percaya diri.
Dokter yang praktek di Poli Kulit dan Estetik Medik Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung dan di Apotek Berlian ini menjelaskan, vitiligo adalah kelainan pigmen kulit, dengan ciri-ciri adanya bercak keputihan tipis yang lama kelamaan bisa melebar dan bertambah banyak, bahkan bisa menjadi permanen jika tidak diobati.
Jika sudah permanen, bercak keputihan itu akan menjadi tebal, sangat putih, dan rambut yang tumbuh di atasnya juga akan menjadi putih.
Bercak keputihan ini ada yang awalnya muncul satu area kulit kemudian dengan cepat muncul di area kulit lain yang disebut vitiligo akut.
"Tapi ada juga yang kemunculan bercak keputihan di area lain lama yang disebut vitiligo kronis," kata Anggota Perdoski Cabang Bandar Lampung ini, Sabtu (22/7/2023)
Bercak keputihan ini paling sering di area kulit yang sering terpapar sinar matahari yakni wajah, tangan, kaki, dan leher.
Bercak keputihan juga bisa muncul di area kulit yang sering mengalami trauma misalnya trauma karena garukan, gesekan atau tekanan (fenomena koebner) yakni siku, lutut, pergelangan kaki, dan tonjolan pinggang, bahkan bisa di bagian batang tubuh.
Vitiligo terjadi karena adanya sel warna kulit atau melanosit yang hilang dikulit, sehingga warna kulit tidak terbentuk sempurna.
Secara teori, vitiligo bisa dipicu oleh faktor genetik dan faktor ini bisa membuat vitiligo diturunkan.
Vitiligo juga bisa dipicu paparan sinar matahari terus menerus tanpa menggunakan tabir surya (sunscreen), penyakit autoimun, dan juga bisa karena menggunakan krim mengandung zat kimia dalam jangka waktu lama yang menekan melanosit seperti krim pemutih.
Pengobatan Vitiligo
Vitiligo adalah penyakit yang bisa diobati, dan setelah diobati vitiligo bisa sembuh.
Pengobatan vitiligo harus dibantu oleh dokter, agar pengobatannya bisa lebih tepat.
"Di awal pengobatan vitiligo, dokter akan memberikan obat oles dan penyinaran," ujar dr Antoni
Setelah satu bulan pengobatan, sebenarnya progresnya sudah kelihatan apabila vitiligo bisa ada perbaikan, tapi jangan langsung dihentikan pengobatannya.
Enam bulan kemudian pengobatan akan dievaluasi dokter, dan jika dari hasil evaluasi ternyata tidak ada perbaikan artinya itu adalah vitiligo stabil.
Selanjutnya dokter akan melakukan skin graft, yakni mengangkan kulit yang masih bagus dari bagian tubuh lain kemudian ditempelkan ke area kulit yang ada bercak putih.
Selama vitiligo masih ada, harus bisa menghindari pencetus vitiligo tersebut, selain ini tidak ada lagi yang harus dihindari.
Menghindari pencetus vitiligo juga sebaiknya terus dilakukan meskipun vitiligo sudah hilang, agar vitiligo tidak muncul lagi.
(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dr-Antoni-Miftah-kenali-penyebab-dan-cara-mengobati-vitiligo.jpg)