Berita Lampung

Siaran Televisi Analog di Lampung Berhenti Mulai 15 Agustus

Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung menginformasikan kepada masyarakat, mulai 15 Agustus 2023

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Jaringan Televisi Analog di Lampung Berhenti Mulai 15 Agustus 

Tribunlampung.co.id,  Bandar Lampung - Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Lampung menginformasikan kepada masyarakat, mulai 15 Agustus 2023 jaringan televisi analog tidak bisa lagi digunakan.

Plh Kadis Kominfotik Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh mengatakan, sebelumnya Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung menginformasikan kepada pemprov bahwa jaringan tv analog akan disetop mulai 15 Agustus 2023.

"Jadi mulai 15 Agustus 2023 seterusnya bahwa jaringan televisi analog tidak bisa digunakan lagi oleh masyarakat," kata Plh Kadis Kominfotik Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh saat diwawancarai Tribun Lampung di ruang kerjanya, Rabu (2/8).

Sebelumnya, kata Achmad Saefulloh, masyarakat pulau Jawa jaringan televisi analog lebih dulu diputus pada 2 November 2022 silam.

"Dari Jawa baru ke Sumatera termasuk Provinsi Lampung atau baru terealisasi untuk off keseluruhan pada 15 Agustus 2023," kata Achmad.

Karena itu dia meminta masyarakat untuk beralih ke televisi digital. Dia menambahkan, televisi digital punya berbagai keuntungan.

"Kalau saya lihat itu seperti lebih jelas gambarnya, tidak terganggu oleh jaringan-jaringan yang lainnya," kata Achmad.

Achmad mengatakan, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk beralih ke televisi digital sesuai anjuran pemerintah.

"Diharapkan masyarakat untuk mengerti atas pergantian jaringan televisi dari analog ke digital," kata Achmad.

Semenjak itu, Ahmad Riduan warga Kecamatan Way Kandis mengatakan, anaknya kemarin pagi kaget melihat jaringan televisi analog sudah tidak ada lagi.

"Saya dan anak kaget karena tidak ada lagi siaran televisi dengan jaringan analog," kata Riduan.

Ia mengatakan, dirinya tadi pagi lagi asik tidur lalu dibangunkan oleh anaknya. "Anak tanya ke saya kok film Upin dan Ipin tidak ada," kata Riduan.

Kemudian Riduan melakukan pencarian ulang karena anaknya sering menonton film tersebut.

"Anak mau nonton Upin Ipin kok tidak ada, anak minta nonton Upin Ipin dan saya juga belum ada uang mau beli STB atau ganti smart tv," kata Riduan.

Dirinya hanya berharap ada bantuan gratis STB dari pemerintah bagi warga yang kurang mampu.

Tri, warga Kemiling, juga mengaku kaget dengan hilangnya siaran televisi dari jaringan analog. "Anak kok pagi tadi nangis saja tiba-tiba tidak ada film yang disukainya," kata Tri. ( Tribunlampung/Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved