Kesehatan

Beragam Manfaat Botox, Bikin Wajah Glowing hingga Kurangi Keringat Berlebih

Botox (botulinum toxin) adalah bentuk protein yang sifatnya neurotoxic yang diproduksi bakteri clostridium botulinum.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi pribadi
dr Ratu Suzanna Oswarie. Beragam manfaat botox. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Botox (botulinum toxin) adalah bentuk protein yang sifatnya neurotoxic yang diproduksi bakteri clostridium botulinum.

dr Ratu Suzanna Oswarie dari Lamierre Aesthetic mengatakan, sampai saat ini botox masih terus digunakan di dunia estetik.

Penggunaan botox dilakukan dengan cara penyuntikan ke otot dan intradermal.

Fungsi botox adalah untuk menghilangkan kerutan ekspresi di wajah, dan dapat melemahkan otot rahang sehingga rahang menjadi lebih tirus.

Lalu ada juga meso botox yang disuntikkan ke intradermal atau lapisan atas kulit, yang berfungsi membuat tampilan pori-pori menjadi lebih kecil, memudarkan kerutan halus, dan membuat wajah menjadi lebih glowing.

Ada juga botox yang disuntikan ke leher, betis, lengan, dan pundak.

Botox juga mampu mengurangi keringat berlebihan (hiperhidrosis) yang salah satunya terjadi di ketiak.

"Biasanya pasien yang datang untuk botox di ketiak adalah pasien dengan masalah bau badan yang ditimbulkan akibat hiperhidrosis," kata dokter yang akrab disapa dr Susan itu.

Setelah botox dokter akan melarang pasien untuk rebahan selama 4 jam, dan tidak boleh kena air selama 6 jam.

Dokter juga akan melarang pasien memakai makeup selama 24 jam, juga memakai cream malam selama 48 jam, dan selama 1 bulan tidak boleh ada penekanan di area botox.

Larangan-larangan ini harus dipatuhi oleh pasien untuk mencegah adanya migrasi atau perpindahan botox ke area lain.

Dokter juga melarang pasien melakukan aktivitas berat seperti olahraga selama 1 minggu.

Sebab khawatirnya keringat yang muncul karena aktivitas berat akan membuat infeksi luka yang timbul setelah botox.

Meskipun sudah botox, pasien juga tetap wajib menggunakan sunblock atau sunscreen.

Namun yang harus diketahui, botox hanya bertahan selama 3-6 bulan, setelah itu harus botox lagi jika masih ingin mempertahankan hasil botox.

Jangan Lakukan Botox di Sembarang Tempat

Jangan pernah melakukan botox di sembarang tempat karena akan berisiko terjadinya efek samping.

Salah satu efek samping itu adalah wajah menjadi terlihat kaku seperti orang yang terkena stroke. 

Contohnya saat kerutan di dahi hilang setelah dibotox, pasti ingin tetap bisa berekspresi dan menggerakan alis.

"Ada yang tidak bisa berekspresi dan tidak bisa menggerakan alis setelah penyuntikan botox di dahi," ujar dr Susan.

Ada juga yang mengalami efek samping berupa kelopak mata turun setelah penyuntikan botox

Efek samping ini tidak akan dialami jika botox dilakukan oleh dokter karena dokter tahu bagaimana cara penyuntikan botox, dosis botox, dan interval botox yang tepat.

Selain itu dokter juga bisa menilai apakah pasien bisa botox atau tidak.

Pasien yang tidak bisa botox yakni ibu hamil dan menyusui, serta sedang mengalami penyakit kulit.

"Kalau masalah di wajah seperti jerawat, tetap bisa melakukan botox," ucap dr Susan.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved