Berita Lampung

Tips Atasi Penyakit Daun Kuning pada Padi dari Dinas Pertanian Mesuji

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Pariman pun memberikan beberapa tips untuk mengatasi penyakit daun kuning pada tanaman padi.

Tayang:
Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/M Rangga Yusuf
Penyakit daun kuning menyerang tanaman padi di Dusun Tanjung Harapan, Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Mesuji - Serangan penyakit daun kuning pada tanaman padi di Dusun Tanjung Harapan, Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung meresahkan petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Pariman pun memberikan beberapa tips untuk mengatasi penyakit daun kuning pada tanaman padi.

"Ada beberapa hal yang dapat dilakukan jika terjadi kasus seperti itu," ujarnya, Rabu (9/8/2023).

Dilihat dari penyebabnya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

Pertama, memperbaiki saluran air.

Tujuannya supaya air dapat berganti.

Kemudian memperbanyak pemakaian pupuk organik.

Konsekuensinya, kata dia, penggunaan pupuk urea dikungai.

"Tips yang ketiga, perbanyak penggunaan kapur pertanian," imbuhnya.

Keempat, menggunakan varietas padi yang tahan terhadap pirit.

Terakhir, gunakan pupuk sumber unsur kalium, seperti pupuk KCL.

Pariman meminta ketua Poktan Sari Tani untuk menemuinya untuk saling bertukar pengalaman untuk mengatasi masalah tersebut.

Diberitakan sebelumnya, tanaman padi di Dusun Tanjung Harapan, Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung terjangkit penyakit daun kuning.

Petani di Dusun Tanjung Harapan bernama Suyono mengeluhkan tanaman padinya kurang sehat akibat penyakit daun kuning.

"Iya, Mas, ini tanaman padi saya kena penyakit daun kuning. Jadinya kurang sehat tumbuhan padinya," ujar Ketua Poktan Sari Tani ini.

Suyono menyebut ada sekitar 10-15 hektare lahan padi di Dusun Tanjung Harapan yang terkena penyakit daun kuning.

Tanaman padi yang ditanam saat ini sudah berumur 2 bulanan.

Suyono mengatakan, penyakit daun kuning diduga akibat kadar asam yang terlalu tinggi pada tanah.

"Bisa dilihat juga itu airnya juga kuning. Ini memang kadar asamnya tinggi," ujar dia.

"Biasanya kami mengatasinya pakai semen. Tapi tetap saja hasilnya tidak maksimal," sambungnya.

Ia mengakui lahan yang digunakan untuk menanam padi ini belumlah lahan jadi.

Hasilnya, panen yang didapat juga tidak menghasilkan keuntungan.

Hasilnya hanya cukup untuk mengembalikan modal.

"Mau dibilang untung masih jauh. Tapi ya hasilnya cukup untuk mengembalikan modal dan tenaga," ucap dia.

"Walaupun begitu, tidak jadi persoalan. Karena harapan kami bisa terus menanam agar lahan ini bisa jadi seperti di wilayah lainnya. Supaya ke depannya bisa mudah menanamnya," terangnya.

Ia pun sangat berharap Pemkab Mesuji dapat turun ke lapangan untuk melihat persoalan itu dan mencari formula untuk mengatasinya.

Ia juga meminta petugas penyuluh lapangan (PPL) dapat rutin memberikan arahan kepada para petani.

"Mungkin terkendala jarak yang jauh jadi serbasulit untuk memantau pertanian kami. Begitu pula bantuan pupuk pada kelompok kami pun sebenarnya juga mengalami kendala karena lokasinya yang jauh," jelasnya.

(Tribunlampung.co.id/M Rangga Yusuf)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved