Mengenal Sejarah Kemaritiman Indonesia di Museum Maritim

Adapun tujuan Pelindo Regional 2 mengajak para jurnalis ke Museum Maritim untuk mengenal sejarah kemaritiman yang ada di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: taryono
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
pemandu Museum Maritim Yogi, saat menjelaskan sejarah pulau-pulau di masa lampau. 

Kemudian terdapat juga minidiorama masa Kerajaan Sriwijaya. Yang di dalamnya terdapat keterangan tentang komoditas perdagangan, seperti minyak kamper, bulu burung merak, gading gajah, cula badak, kain blacu, patung perunggu, dan keramik.

Berikutnya ada mini diorama Kerajaan Mataram Kuno serta Kerajaan Majapahit.

Nama terakhir bahkan menjelma menjadi kerajaan maritim nusantara dengan armada laut yang kuat, meskipun pusat kerajaannya berada di pedalaman.

Bahkan, pada minidiorama tampak simbol Kerajaan Majapahit berupa lambang delapan penjuru mata angin yang merupakan petunjuk di dunia pelayaran.

Mini diorama berlanjut hingga setelah masa Kerajaan Majapahit berakhir.

Lahirlah kerajaan seperti Samudra Pasai di Sumatera dan Demak di Jawa yang juga mengandalkan jalur laut. Pedagang-pedagang muslim menyebar.

Berikutnya berkembang pelabuhan-pelabuhan seperti Pelabuhan Indragiri dan Kampar di Riau, Jambi, Palembang, Sunda Kelapa, Cirebon, Tuban, Gresik, hingga Surabaya.

Video tentang sekilas sejarah pelabuhan seperti di Cirebon dan Surabaya pun turut memanjakan rombongan di Museum Maritim.

Masa Belanda menjajah juga tergambar pada minidiorama bernama Ruang Gudang VOC.

Di dalamnya ada beberapa maket tentang aktivitas pelabuhan dan pelayaran.

Berlanjut ke masa perubahan VOC menjadi Pemerintah Hindia Belanda sampai munculnya Pelabuhan Ambon pada 1905.

Selain itu di Museum Maritim disediakan rempah-rempah yang telah dikeringkan, seperti Pala, Cengkeh, Kayu manis, lada dan rempah lain yng diburu Belanda dikala itu.

Pemandu Museum Maritim mengatakan, bagi masyarakat yang ingin berkunjung terlebih dahulu melakukan pemberitahuan atau jadwal khusus sebelumnya.

"Ini terbuka untuk umum tapi pengunjung harus terlebih dahulu membuat jadwal kesepakatan terlebih dahulu," pungkasnya.

Tingkatkan Sinergitas dan Kolaborasi, Pelindo Regional 2 Selenggarakan Media Gathering.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved