Berita Lampung

Harga Beras di Mesuji Terus Melambung Capai Rp 14.500 per Kilogram

Harga beras di Kabupaten Mesuji, Lampung terus mengalami kenaikan harga kini mencapai Rp 14.500 per kilogram.

Tayang:
Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/M Rangga Yusuf
Beras di Mesuji Lampung. Harga beras di Mesuji terus melambung capai Rp 14.500 per kilogram. 

Tribunlampung.co.id, Mesuji - Harga beras di Kabupaten Mesuji, Lampung terus mengalami kenaikan harga.

Untuk harga tertingginya mencapai Rp 14.500 per kilogram.

Hal tersebut dibenarkan pedagang sembako di Pasar Berasan Makmur Mesuji Lampung, Butet, Sabtu (2/9/2023).

"Untuk harga beras memang pada naik mas tapi harganya bervariasi, untuk yang tertinggi per kilogram nya Rp 14.500," ujarnya.

Butet menyebut harga tersebut bisa berbeda jika membelinya per 10 kilogram.

"Kalau belinya karungan per 10 kilogram itu beras premium Merek Melinjo dibanderol Rp 143 ribu," ucapnya.

Sedangkan untuk merek lainya seperti Bambu dibanderol Rp 135 ribu per 10 kilogram.

Begitu pulu untuk merek beras China dibanderol Rp 135 ribu per 10 kilogram.

Sedangkan untuk merek beras UBS dibanderol Rp 128 ribu per 10  kilogram.

"Kalau yang polosan itu dari metro dibanderol lebih murah Rp 112 ribu per 10 kilogram nya," imbuhnya.

Disisi lainya, pedagang di Pasar Simpang Pematang Erni juga mengaku harga beras terus mengalami kenaikan harga.

"Kalau beras ngga usah ditanya lagi memang naik terus ini ngga turun-turun," ungkapnya.

Untuk beras lokalan saja kata dia, saat ini harganya mencapai Rp 12 ribu per kilogram nya.

"Jadi sudah tidak ditemukan harga beras per kilogram nya Rp 10 ribu, minimal Rp 11 ribu per kilogram nya," imbuhnya.

Dari pantauan tribunlampung.co.id, kenaikan harga beras pun berbanding lurus dengan kenaikan harga gabah di Kabupaten Mesuji.

Berdasarkan data yang dihimpun Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setdakab Kabupaten Mesuji, hingga saat ini harga gabah mencapai Rp 6600 per kilogram.

Kenaikan harga gabah tersebut terus terjadi setiap minggunya.

Pada Minggu lalu, harga gabah tetap tinggi diangka Rp 6.400 per kilogram di PT Buyung Poetra Sembada.

Kenaikan terus terjadi secara signifikan sejak awal Agustus 2023.

Dimana pada waktu itu angka gabah tembus diangka Rp 6 ribu lebih per kilogram nya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Pariman mengatakan kenaikan harga gabah terjadi karena kurangnya pasokan gabah.

"Seperti hukum pasar, semakin tinggi permintaan dan jumlah barangnya tidak melimpah maka harga gabah bisa naik, itu juga terjadi pada beras" ujarnya.

Kemudian, Pariman menjelaskan jika kurangnya pasokan gabah bukan disebabkan adanya gagal panen atau tanaman.

Melainkan, pada musim gadu kali ini belum memasuki tahapan panen raya.

"Panen raya sendiri diprediksi pada awal September besok, nah itu panennya mulai serentak," imbuhnya.

"Pada musim gadu juga sebenarnya hasil tanam tidak maksimal seperti halnya pada musim tanam awal tahun," sambungnya.

(Tribunlampung.co.id /M Rangga Yusuf)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved