Berita Lampung
Polisi Buru Bos Pengoplosan Pupuk di Lampung Selatan, Dua Kali Digerebek
Polres Lampung Selatan masih memburu pelaku pengoplosan pupuk yang sudah dua kali produksi oplosan pupuk di Kalianda,
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Polres Lampung Selatan masih memburu Agus Sugeng bos pengoplosan pupuk yang sudah dua kali beraksi di Lampung Selatan.
Sebelumnya, gudang pabrik pengoplosan pupuk yang memproduksi merek Daun Sawit dan Mahkota Fitilizer milik Agus Sugeng, di Desa Taman Agung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan digerebek Polres Lampung Selatan, pada Jumat (14/10/2022) silam.
Lalu, gudang pabrik pengoplosan pupuk yang memproduksi merek Newlong milik Agus Sugeng di Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan juga digerebek Polres Lampung Selatan, pada Jumat (4/9/2023) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusrin mengatakan, pihaknya masih memburu bos pengoplosan pupuk yang sudah dua kali beraksi di Lampung Selatan tersebut.
"Dengan cara bertindak dan teknik penyelidikan kita di lapangan, manakala nanti kita berhasil menemukan yang bersangkutan S kita proses secara hukum," kata Yusriandi, Jumat (8/9/2023). .
Lebih lanjut Yusriandi mengatakan bos pengoplosan pupuk yang sudah dua kali beraksi di Lampung Selatan tersebut memiliki keluarga di Desa Palembapang.
"Ya. Kebetulan keluarganya disini dan istrinya juga disini, terus akan kita pantau ya pergerakanpergerakan yang bersangkutan," ujarnya.
Yusriandi menegaskan, pihaknya terus melakukan pencarian terhadap AS dan jika kembali ke Lampung Selatan maka akan langsung dilakukan penangkapan.
Lebih lanjut Yusriandi menyebut gudang operasi pengoplosan pupuk milik Agus Sugeng yang baru-baru ini pihaknya gerebek sudah beroperasi kurang lebih sekitar 1 bulan.
Masih kata Yusriandi, dalam kurun waktu sekitar 1 bulan, pupuk tersebut telah beredar di wilayah Lampung, bahkan lintas provinsi hingga ke Sumatera Selatan.
"Barang ini sudah beredar baik lokal di Lampung, dan sudah ada yang dikirim ke Palembang, Provinsi Sumatera Selatan," timpal Kapolres.
Yusriandi menyatakan, kepolisian juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam melaksan giat pengawasan peredaran pupuk hingga sampai ke petani.
Masih kata Yusriandi, faktor harga pupuk di bawah pasaran membuat petani tergiur membeli pupuk yang belum terjamin keasliannya.
Yusriandi pun menghimbau kepada para petani dan masyarakat yang bercocok tanam menggunakan pupuk agar betul-betul dipastikan yang dibeli merupakan pupuk asli.
"Bisa ditanyakan ke pihak-pihak yang menjadi penanggung jawabnya, sehingga tidak salah beli karena akan merugikan bagi para petani atau masyarakat itu sendiri," katanya.
"Karena ini nanti berdampak ke kesuburan tanah, yang akan menimbulkan kerugian konsumen itu sendiri," jelasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Polres-Lampung-Selatan-masih-memburu-Agus-Sugeng-bos-pengoplosan-pupuk.jpg)