Berita Lampung

Lokasi Tak Terjangkau, Damkar Padamkan Api di Bukit Gadingrejo Pringsewu Pakai Daun

Ridho mengatakan, titik api pertama kali ditemukan muncul di lahan bukit pada Rabu (13/9/2023) sekira pukul 10.00 WIB.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Satgas Damkar dan Penyelamatan BPBD Pringsewu
Kebakaran lahan terjadi di kawasan perbukitan Pekon Tambakrejo Barat, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Rabu (13/9/2023) malam. 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Pringsewu.

Kali ini melanda kawasan perbukitan di Pekon Tambakrejo Barat, Kecamatan Gadingrejo.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Satgas Damkar dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Pringsewu Ridho Anzil Irawan, Kamis (14/9/2023).

Ridho mengatakan, titik api pertama kali ditemukan muncul di lahan bukit pada Rabu (13/9/2023) sekira pukul 10.00 WIB.

Meski dapat dipadamkan pada siang itu, lahan tersebut kembali terbakar sekira pukul 20.00 WIB.

Bahkan, kebakaran meluas dan menimbulkan titik api di lokasi yang berbeda meski dalam satu kawasan bukit.

Ridho membeberkan, kebakaran terjadi di bagian barat dan timur.

“Dalam satu bukit terdapat dua pekon, yang dikhawatirkan saat itu api merembet ke sebelah bukit yang merupakan pekon lain, dan juga di belakang bukit sudah masuk ke Pesawaran,” kata dia.

Saat itu upaya damkar adalah mencegah agar api tidak meluas sampai masuk ke wilayah permukiman warga.

“Memang jarak antara bukit ke permukiman cukup jauh. Tetapi kami antisipasi itu agar tidak semakin merembet jauh,” ungkapnya.

Dikatakannya, pemadaman dilakukan dengan cara manual yakni dengan cara dipukul menggunakan daun.

Sebab, kondisi medan perbukitan yang terjal membuat mobil damkar tidak dapat masuk ke lokasi.

“Ditambah lagi dengan kondisi alat yang kurang, yaitu selangnya kurang panjang untuk sampai ke atas,” ucapnya.

Kata dia, upaya pemadaman secara manual membuahkan hasil.

Api baru bisa padam pada dini hari.

Ridho mengatakan, belum diketahui asal titik api muncul.

“Entah sengaja dibakar atau bukannya,” kata dia.

Karena di beberapa tempat di Pringsewu, ada lahan yang memang sengaja untuk dibakar.

“Seperti contohnya di Kecamatan Ambarawa yang sengaja dibakar karena terdapat kebun jati di sana,” ungkap dia.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved