Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung Bobby Irawan
Berikut Wawancara Eksklusif dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung telah memiliki langkah-langkah untuk meningkatkan wisata dan menyelesaikan berbagai permasalahan destinasi wisata di Provinsi Lampung.
Berikut Wawancara Eksklusif dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan:
1. Berdasarkan penelusuran Tribun Lampung, ada salah satu pantai di Lampung yang terdapat pungutan biaya yang menurut wisatawan mahal dan tidak jelas. Pungutan ini bukan hanya sekali. Di pintu masuk ada pungutan. Kemudian didalam ada pungutan lagi. Bagaimana tanggapan bapak?
Lampung memiliki destinasi wisata yang lengkap. Dari sisi kualitas, Lampung tidak kalah dengan provinsi lain yang pariwisata lsudah lebih dulu maju. Misalnya Bali yang sudah menjadi parameter nasional.
Hanya saja tantangan yang dihadapi wisata di Lampung adalah pengelolaan. Di Lampung masih banyak destinasi wisata yang dikelola individu maupun masyarakat.
Ketika destinasi wisata itu dibuka untuk kunjungan wisatawan, apalagi jika animo masyarakat tinggi, ada kue ekonomi disitu. Tentunya mereka akan memungut biaya.
Misalnya yang sempat viral di Pahawang. Untuk bisa ke Pahawang kita harus lewat Pelabuhan Ketapang. Pengelola Pelabuhan Ketapang memungut biaya. Ketika sampai di Pahawang, beda lagi pengelolanya, sehingga harus bayar lagi
Untuk bisa mengatasi hal ini, pemerintah baik dari level desa, kecamatan, maupun kabupaten harus bisa menjembatani. Sehingga bayarnya cukup satu tempat saja. Dari pembayaran itu jelas bagaimana pembagiannya untuk masing-masing pengelola.
Dengan begitu wisatawan yang datang jadi tidak terbebani, dan pengelola bisa mendapatkan manfaat dari destinasi wisata itu.
Sebab kami juga inginnya destinasi wisata bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat ada di destinasi wisata itu maupaun disekitar destinasi wisata itu.
2. Wisatawan domestik di Labuhan Jukung enggan membayar biaya masuk ke Pantai Labuhan Jukung karena merasa Pantai Labuhan Jukung adalah milik bersama? Bagaimana solusinya?
Pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (sdm) dan mendorong gerakan sadar wisata.
Dengan begitu orang-orang yang ada di destinasi wisata itu akan membuat wisatawan yang ada di destinasi wisata menjadi merasa nyaman, misalnya dengan ramah terhadap wisatawan dan menjamin keamanan wisatawan.
Apabila wisatawan merasa nyaman, wisatawan pasti mau mengeluarkan biaya.
3. Bagaimana langkah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung untuk meningkatkan kualitas sdm?
Banyak program yang telah kami upayakan untuk meningkatkan kualitas sdm. Upaya tersebut kami lakukan beriringan dengan upaya mencapai target yang salah satunya adalah meningkatkan jumlah wisatawan.
4. Seperti apa kerjasama antara pemerintah terutama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dengan pihak swasta yang mengelola destinasi wisata?
Utamanya jangan buat hambatan di lapangan. Pemerintah harus bisa menjamin kegiatan ekonomi terutama di sektor pariwisata bisa berjalan dengan baik.
Selain itu juga berkoordinasi dengan teman-teman di Binamarga tentang infrastruktur, karena infrastruktur inilah yang membuka akses ke destinasi wisata
Kerjasama dan komunikasi dengan pihak yang memiliki destinasi wisata sudah baik. Dengan adanya kerjasama dan komunikasi mereka mampu meningkatkan kualitas standar.
Meningkatkan kualitas standar merupakan salah satu upaya mencapai visi Gubernur Lampung yakni Lampung menjadi tujuan utama pariwisata.
Kami juga telah melakukan bimtek ke masyarakat, pelaku ekonomi, dan pengelola hotel.
5. Bagaimana tanggapan bapak terkait Pemerintah Kabupaten yang menerapkan non tunai untuk pembayaran retribusi?
Pembayaran non tunai hanya alat. Paling penting adalah membangun sistem dan tata kelola yang baik.
6. Bagaimana strategi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung dalam meningkatkan jumlah wisatawan?
Untuk strategi jangka panjang dan jangka menengah adalah meningkatkan kualitas. Strategi jangka pendek adalah promosi.
Saya selalu menekankan untuk melakukan promosi jujur, apa adanya, dan jangan dibuat-buat. Misalnya ketika foto suatu destinasi wisata jangan diedit.
Promosi itu harus sesuai dengan segmen, karena setelah saya pelajari turis ada segmennya. Untuk turis anak muda dan suka bertualang, mereka tidak ada masalah dengan destinasi wisata yang jauh, dan tidak mempermasalahkan jalan menuju destinasi wisata yang jelek. Justru mereka merasa senang.
Lain halnya dengan turis yang suka membawa koper dan tas jinjing, tidak mungkin ke destinasi wisata yang jalannya jelek
Dalam promosi kami melibatkan akun-akun besar dan kami juga menjadikan selebgram menjadi ambasador.
7. Bagaimana dengan jumlah wisatawan, adakah peningkatan?
Data resmi Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perhubungan, pada saat libur Lebaran kemarin ada pergerakan orang 123,8 juta.
Lalu mereka membagi prediksi kemana saja kunjungannya. Dari rangking 1 sampai 7, 5 besar ada di Pulau Jawa, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Nah diluar Pulau Jawa ada di Sumatera. Peringkat ke-6 Sumatera Utara dan Peringkat ke-7 Lampung.
Saya nyatakan disini prediksi itu bukan orang lewat. Tapi orang yang stay di Lampung. Artinya Lampung sudah menjadi salah satu tujuan utama pariwisata di level nasional.
Dari data tersebut, Lampung adalah rangking kedua diluar Pulau Jawa yang jadi tujuan pariwisata. Saya yakin dengan strategi dan kolaborasi, target jumlah orang yang datang ke Lampung yang ditargetkan oleh Gubernur Lampung yakni 5,5 juta akan tercapai. Bahkan bisa lewat dari target atau bisa menyamai jumlah di tahun 2019.
Tahun 2019 jumlahnya 10 juta lebih, tahun 2020 jumlahnya anjlok jadi 2 jutaan karena ada Covid, 2021 jumlahnya 2,6 juta, dan 2022 jumlahnya 4,5 juta
8. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung sedang menyelenggarakan event Festival Parekraf Lampung 2023 di Mal Boemi Kedaton. Bisa diceritakan tentang event ini?
Event tersebut adalah post event dari Festival Krakatau. Kami mengangkat tupping dan sekura Lampung karena sudah mengakar budaya.
Tujuannya tentu event Festival Krakatau bisa menjadi kalender nasional dan kalender yang mendunia.
Sejak saya dilantik bulan Desember, saya sudah merancang Festival Krakatau. Rangkaian Festival Krakatau sudah dimulai sejak bulan Februari.
9. Apa saja rangkaian dari Festival Parekraf Lampung 2023?
Di event ini ada berbagai kegiatan, seperti mewarnai, tari kreasi, talkshow, dan sebagainya.
Tanggal 16 September 2023 akan ada talent show Muli Mekhanai Lampung, tanggal 17 September akan ada sunmori Muli Mekhanai Lampung bersama dengan Puteri Indonesia Pariwisata 2023 asal Lampung Lulu Zaharani, tanggal 18 September ada tourism investment summit, dan tanggal 21 September grand final Muli Mekhanai Lampung 2023.
10. Apa tujuan diadakan Festival Parekraf Lampung 2023?
Meningkatkan perekonomian daerah dan sektor pariwisata, serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi.
11. Langkah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung kedepannya?
Dibulan Oktober 2023 akan ada Pekan Raya Lampung, setelah itu akan ada event lain yang tidak kalah besarnya
(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
Korwil Astra Group Lampung Nurul Fadil Bicara soal Kampung Berseri Astra |
![]() |
---|
Bincang dengan Kepala BPTD Kelas II Lampung Jonter Sitohang, Menuju Zero ODOL |
![]() |
---|
Pakar Hukum Unila Sebut Pemisahan Pemilu Rancu dan Membingungkan |
![]() |
---|
Hamartoni Ahadis Usung Program Puskesmas Mider di Lampung Utara |
![]() |
---|
Rektor Itera Sebut Panen Padi Bisa 3 Kali Setahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.