Kebakaran di Lampung Barat

Nama-nama Korban Kebakaran di Way Tenong Lampung Barat

Berdasarkan surat dari Peratin Pekon Sukananti, terdapat delapan korban pada kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah warga tersebut.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dokumentasi Warga
Kebakaran melanda Pasar Kamis, Pekon Sukananti, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, Lampung, Jumat (15/9/2023) dini hari. Sedikitnya tujuh rumah ludes terbakar. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Pemerintah Pekon Sukananti, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat merilis nama-nama korban terdampak pada musibah kebakaran dini hari tadi.

Berdasarkan surat dari Peratin Pekon Sukananti, terdapat delapan korban pada kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah warga tersebut.

Adapun delapan korban kebakaran di Way Tenong itu yakni Hendi, Subaran, Sapni, Iril/Pani, Rexi/Ita, Suherman, Samaidar, Sainol, Iis.

Peratin Pekon Sukananti Alfi Yulizon dalam lampiran surat mengatakan, rumah seluruh korban tersebut ludes terbakar.

“Namun seluruh korban saat ini masih dalam keadaan yang baik fisiknya. Tidak ada korban yang meninggal dunia,” kata dia, Jumat (15/9/2023).

“Namun korban atas nama Rexi mengalami luka di pergelangan tangan dan kakinya,” pungkasnya.

Kerugian akibat kebakaran yang terjadi di Pasar Kamis, Pekon Sukananti, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Hal itu disampaikan Peratin Pekon Sukananti Alfi Yulizon.

Alfi mengatakan, kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah itu juga menghanguskan seisi rumah.

“Untuk itu jika diperkirakan, kerugian atas musibah kebakaran ini bisa ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar,” ujar dia, Jumat (15/9/2023).

Adapun barang-barang berharga yang ikut terbakar antara lain dua sepeda motor, satu mesin penggiling, satu mesin huller kopi, dan satu lemari baju.

Kemudian satu kompor, satu parabola, beragam perabotan rumah tangga, seragam sekolah, akta kelahiran, dan dokumen-dokumen penting lainnya.

Dalam kebakaran ini, jelas Alfi, terdapat satu korban luka.

Korban bernama Rexi mengalami luka bakar saat rumahnya ikut terbakar.

“Korban atas nama Rexi mendapati luka pada pergelangan tangan dan kakinya,” pungkasnya.

7 Rumah Ludes

Ternyata rumah yang terbakar di Pasar Kamis, Pekon Sukananti, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat bukan hanya enam unit.

Saksi mata bernama Kodri mengatakan, ada tujuh rumah yang ludes terbakar.

Kodri mengaku kediamannya dekat dengan tujuh rumah warga yang hangus tersebut.

“Rumah saya juga di Way Tenong, pas berada di samping tujuh rumah yang terbakar. Jadi bukan enam rumah yang terbakar,” terang dia, Jumat (15/9/2023).

Ia menceritakan, saat kejadian warga masih tertidur pulas.

Begitu ada informasi kebakaran, mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Saat tahu kejadian sekitar jam tiga, saya bangun. Api sudah membesar dan warga juga sudah menyelamatkan diri,” sebutnya.

“Saya waktu itu langsung mengeluarkan barang sesempatnya yang saya rasa itu penting untuk diselamatkan,” terusnya.

Beruntung, api yang menghanguskan tujuh rumah warga itu tidak sampai merembet ke rumah Kodri.

“Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan. Api juga tidak sampai ke rumah saya. Barang-barang yang sudah saya keluarin juga udah saya masukin lagi,” kata dia.

Kendati demikian, ia turut menyampaikan duka cita kepada tetangganya yang menjadi korban kebakaran.

“Untungnya juga pemilik rumah sempat menyelamatkan diri. Tapi barang-barang yang ada di rumah mereka habis tak tersisa,” pungkasnya.

Menurutnya, kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar lebih.

Karena kebakaran tersebut lumayan besar dan para pemilik rumah juga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

Diduga Korsleting Listrik

Pemicu kebakaran di Pasar Kamis, Pekon Sukananti, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat, Jumat (15/9/2023), belum diketahui.

Saksi mata menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran yang meludeskan sedikitnya enam rumah dan sejumlah lapak pedagang tersebut.

Suratman (43), warga setempat, mengatakan, kebakaran terjadi pada dini hari tadi.

"Iya kejadiannya jam dua pagi tadi, Bang. Awalnya warga melihat asap dan kobaran api yang sudah membesar,” ujarnya.

“Kemudian ada enam rumah warga yang terbakar dan kios kios di depannya juga ikut ludes terbakar," sambungnya.

Ia menjelaskan, kebakaran berawal dari satu rumah warga.

Api yang membesar karena angin kencang dengan cepat merembet ke lima rumah lainnya.

Soal penyebab kebakaran, ia menduga akibat korsleting listrik.

“Namun untuk penyebab utamanya masih diselidiki oleh pihak berwajib. Tapi, kemungkinan dari listrik," sebut dia.

Selain enam rumah, api juga melalap sejumlah lapak pedagang.

Camat Way Tenong Nowo Wibawono mengatakan, api juga merembet dan meludeskan beberapa lapak pedagang yang ada di pasar.

Masih belum diketahui penyebab kebakaran dan jumlah kerugian akibat kebakaran ini.

Menurutnya, kerugian ditaksir lumayan besar karena ada enam rumah yang hangus terbakar.

“Saat ini kami dari pihak Pemerintah Kecamatan Way Tenong sedang mendata total kerugian. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar lebih,” jelas dia.

“Meski kerugian besar yang terpenting dari musibah kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa,” pungkasnya.

Dikatakannya, kebakaran ini menghanguskan sedikitnya enam rumah warga.

Nowo menjelaskan, rumah warga yang terbakar itu mayoritas terbuat dari kayu, sehingga api mudah menyebar.

(Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved