Advertorial

Universitas Teknokrat Indonesia Menuju Akreditasi Internasional

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf mengatakan, kampus Teknokrat saat ini berusaha menuju akreditasi internasional. 

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Endra Zulkarnain
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA. didampingi Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat Hj. Hernaini, S.S., M.Pd dan Senat Akademik Universitas Teknokrat Indonesia foto bersama mahasiswa baru pada kegiatan PKKMB Universitas Teknokrat Indonesia usai penyematan tanda peserta PKKMB tahun 2023, Kamis (21/9/2023). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Universitas Teknokrat Indonesia tengah bersiap menuju akreditasi internasional. 

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf mengatakan, kampus Teknokrat saat ini berusaha menuju akreditasi internasional. 

"Ada beberapa prodi yang saat ini tengah menuju akreditasi internasional," kata Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf saat diwawancarai Tribun Lampung, Kamis (21/9/2023).

Hal tersebut disampaikan Nasrullah usai pembukaan PKKBM (Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru) tahun akademik 2023-2024 di Kampus Universitas Teknokrat Indonesia di Bandar Lampung

Nasrullah Yusuf mengatakan, pihaknya mengajukan tiga prodi dari dua fakultas. 

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, prodi yang diajukan untuk akreditasi internasional yakni Informatika dan prodi sistem informasi.

Kemudian Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan yakni prodi sastra Inggris. 

"Kami sedang mempersiapkan untuk akreditasi internasional tersebut, beberapa prodi yang sudah dibantu oleh pemerintah dalam pembiayaannya," kata Nasrullah. 

Teknokrat juga mengajukan pembukaan program magister atau S2. 

Nasrullah Yusuf mengatakan, pihaknya menggelar PKBM ini harapannya para mahasiswa harus menjadi insan akademik yang berfikir dengan mengambang kesimpulan sesuai data dan fakta. 

"Mahasiswa itu harus berfikir melihat sesuatu dan mengambil kesimpulan berdasarkan data serta fakta," kata Nasrullah. 

Mahasiswa harus bisa menganalisis menghasilkan tesis yang hakiki, bukan berdasarkan kabar angin ataupun fitnah. 

Seorang mahasiswa itu harus bisa mempertimbangkan secara akademik. 

"Berdasarkan referensi untuk menghasilkan keputusan yang baik untuk bangsa dan negara," kata Nasrullah. 

Pemateri pada PKBM yang diberikan yakni wawasan kebangsaan dan juga bela negara. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved