Pemilu 2024
Kesbangpol Metro Imbau Warga Hindari Politik Identitas
Kepala Badan Kesbangpol Metro Rosita menjelaskan, politik identitas dapat membahayakan dikarenakan dapat memecah belah.
Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Metro - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Metro mengimbau warga untuk menghindari politik identitas menjelang Pemilu 2024.
Kepala Badan Kesbangpol Metro Rosita menjelaskan, politik identitas dapat membahayakan dikarenakan dapat memecah belah.
Dengan tidak adanya politik identitas itu, lanjut dia, diharapkan tidak terjadinya perpecahan di Bumi Sai Wawai.
"Kami imbau masyarakat Metro marilah berpolitik yang cantik, yang manis, mengedepankan toleransi, yang baik. Artinya, merangkul dari semua kalangan, dari semua agama, suku bangsa," ujarnya saat ditemui Tribunlampung.co.id, Rabu (4/10/2023).
"Sehingga perbedaan itu menjadikan satu aset menjadi lebih kuat dan lebih baik lagi," tambahnya.
Menurutnya, politik identitas tidak akan terjadi di Metro.
"Politik identitas itu politik yang berdasarkan identitas, bisa berdasarkan suku, agama, ras, dan kelompok tertentu," ujarnya.
"Di Metro secara terlihat nampak itu tidak ya. Di Metro ini sudah membaur ya, suku bangsa sudah membaur," sambungnya.
Pada Pemilu 2019, ia mengatakan tidak terjadi politik identitas yang masif di Metro.
"Di Pemilu 2019 itu terkait politik identitas aja itu belum ya. Tim pemantau di Kesbangpol itu tidak ada laporan terkait politik identitas," tuturnya.
"Saya yakin di Metro ini sudah berbaurlah. Tingkat toleransinya tinggi di sini bagus banget," imbuhnya.
Ia menjelaskan, Kota Metro tergolong suatu wilayah yang tingkat toleransinya tinggi.
Hal ini terlihat dari adanya maraknya kegiatan politik yang melibatkan lebih dari satu agama ketika kegiatan digelar.
"Tapi kalo di dalam suatu kegiatan politik pembauran yang sempurna itu, satu kegiatan politik lebih dari satu agama di situ, jadi tingkat toleransinya tinggi," kata dia.
"Jadi kita tidak melihat disini contohnya satu partai itu hanya untuk suku Jawa, jadi tidak seperti itu," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Kesbangpol-Metro-Rosita-009.jpg)